*اللهم صلى على سيدنامحمد * اللهم صلى على سيدنامحمد * اللهم صلى على سيدنامحمد *
Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. – Nabi Muhammad Saw

Recent Coment

Tampilkan postingan dengan label Artikel Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Sahabat. Tampilkan semua postingan

Cara Dapat Jempol Banyak di status Facebook

Cuma dengan bikin status begini:
"mlm ini q tetep setia menemani sobat
"Jempoler's Indonesia"
KANGEN BANGET SOB...
I Love You ALL"
tapi bisa dapat ratusan jempol...., Bagaimana caranya liat aja di TKP, lo gak percaya liat aja DISINI
 
sumber 
Baca Selengkapnya...

Free Dowload MP3 Maulid Simthuddurror Habib Syech Assegaf Solo


Mp3 dibawah ini aslinya ialah bonus Majalah Alkisah Edisi 05/2009. Format sesungguhnya ialah dalam bentuk DVD kemudian penulisconvert ke dalam format MP3 dan di splitmenjadi 6 file untuk memudahkan download saja.

  1. Maulid Simthuddurror Habib Syech Assegaf-1
  2. Maulid Simthuddurror Habib Syech Assegaf-2
  3. Maulid Simthuddurror Habib Syech Assegaf-3
  4. Maulid Simthuddurror Habib Syech Assegaf-4
  5. Maulid Simthuddurror Habib Syech Assegaf-5
  6. Maulid Simthuddurror Habib Syech Assegaf-6

Ceramah Habib Jindan tentang Keutamaan Berdzikir dan Asmaul Husna:



    Hadad Alwi  Feat Anti 



    mp3 maulid ad dibai 



    Tausiyah Habib Ahmad Alkaf:


    MP3 RELIGI OPICK :


    Sulis Cinta Rosul :


    Baca Selengkapnya...

    MBAH HAMID DAN MBAH BISRI


    Kebanyakan suwuk (doa mantera) diterapkan dengan air: kyai membaca doa kemudian ditiupkan ke air. Air suwuk itulah yang nantinya menjadi sráná (sarana) bagi yang membutuhkan, misalnya dengan meminumnya atau mengoleskannya ke bagian tubuh tertentu sebagai ikhtiar pengobatan —ingat air yang dicelupi batu ajaibnya Ponari!
    Memasuki halaman kediaman Mbah Kyai Abdul Hamid Pasuruan rahimahullah pada suatu sore, Kyai Bisri Mustofa Rembang —Allah yarham— mendapati seorang santri sedang menyirami halaman itu dengan air dari selang untuk menekan debu agar tak berterbangan.

    “Sungguh sayang”, gumam Mbah Bisri, “sráná kok dibuang-buang…”

    Pintu rumah Mbah Hamid tertutup. Sejumlah orang yang punya hajat hendak sowan, menunggu dengan khusyuk di sekitarnya.

    Tanpa sungkan-sungkan, Mbah Bisri meneriakkan salam,

    “Assalaamu’alaikum!”

    Tak ada jawaban. Orang-orang ngeri melihat kekurangajaran Mbah Bisri, tapi ragu-ragu untuk menegur. Mungkin mereka pikir, kalau usaha Mbah Bisri ada hasilnya, mereka akan ikut untung juga…

    “Assalaamu’alaikooom!” teriakan Mbah Bisri lebih keras lagi. Tetap tak dijawab.

    Santri yang menyirami halamanlah yang kemudian menegur,

    “Maaf, Pak”, katanya, “Mbah Yai sedang istirahat!”

    Tak menanggapi teguran si santri, Mbah Bisri malah semakin meninggikan suaranya dengan nada yang nelangsa,

    “Yaa Allah Gustiiii….!” ratapnya, “beginilah nasib manusia kotor macam aku ini… mau sowan wali saja kok nggak ditemuiii…!”

    Suara berdehem dari dalam, disusul Mbah Hamid membuka pintu.

    “Jangan begitu lah, Nda…,” tegur beliau, “sampeyan ini kok mêsthi yang ênggak- ênggak saja…”

    ”Nda” adalah sapaan akrab antar teman. Beliau berdua memang sama-sama santrinya Mbah Kyai Kholil Harun rahimahullah di Kasingan, Rembang.

    Orang-orang —yang sejak lama menunggu— berebut menciumi tangan Mbah Hamid dengan riang-gembira, dan mereka semua dipersilahkan masuk. Tak ada yang ingat untuk mengucapkan terimakasih atas “jasa” Mbah Bisri.

    Di ruang tamu, Mbah Bisri pun menyampaikan hajatnya.

    “Begini, Nda”, katanya, “sampeyan ‘kan ngerti, aku ini muballigh…”

    “Hm…”

    “Lha… aku ini belum punya mobil”, Mbah Bisri melanjutkan, “kalau terus-terusan kesana-kemari naik bis umum ‘kan bisa jatuh wibawaku…!”

    Mbah Hamid manggut-manggut.

    “Terus… maksudmu gimana?” beliau bertanya.

    “Yaah… sampeyan yang dekat dengan Pêngéran, mbok sampeyan mintakan mobil buat aku!”

    Mbah Hamid tersenyum.

    “Ya sudah… ayo…”, beliau mengajak semua orang, “’alaa niyyati Kyai Bisri… al faatihah!” Kemudian menadahkan tangan membacakan doa, diamini yang lainnya.

    Begitu doa selesai dibaca, Mbah Bisri langsung menyerobot,

    “Mereknya apa, Nda?”


    _______________________________

    Catatan tambahan:


    1. Sumber cerita: Gus Mus
    2. Jawaban Mbah Hamid atas pertanyaan Mbah Bisri: “Kalau ’ndak Fiat ya Holden”.
    Tak lama sesudah didoakan Mbah Hamid, Mbah Bisri memperoleh uang min ĥaitsu laa yaĥtasib yang cukup untuk membeli mobil. Gus Mus, yang diperintah mencari mobil untuk dibeli, mengubek dari Jakarta sampai Surabaya, dan tidak menemukan mobil ditawarkan orang kecuali merek Fiat atau Holden. Akhirnya diperoleh mobil sedan Holden keluaran 1968.
    oleh Yahya Cholil Staquf


        
        Baca Juga :
    Baca Selengkapnya...

    MENGHINA BALIHO ACARA ZIKIR DAN SALAWAT , IA PUN JADI PENCINTA SAYIDINA MUHAMMAD SAW

    Aslm wr wb ini adalah kisah tetangga ana, dan ana sdh minta izin untuk di publikasikan afwan tapi namanya ana tdk sebut.Di bulan ramadhan 1431 H , tetangga ana yang anti maulid dan dll, ia hbs pulang kuliah buru buru kerumah ana.

    Dan berkata: fiz, itu dijalan banyak bahleo2 MR buat apa sih tuh ??
    ana jawab :oh buat cara malam nuzulul quran dan ahlul badr di monas bos
    tetangga ana : ahh buang2 duit aja sih guru lho tuh, g bener, bidah terus di buat mendingan juga buat fakir miskin uangnya

    ana:  bos jgn menghina bgtu , ente ikut dah besok ya bagimana acara disana ?? ente lihat dulu bagaimana suasana disana ?? terus gimana menurut ente?

    Tetangga ana pun berfikir dan berapa menit langsung jawab: oky dah ana  ikut tp ente yg ongkosin ya??
    Ana: iya ana yg bawa motor ana ongkosin bensin  ^_^.


    Setelah beberapa hari pas mau deket acara, ia pun berkata ke ana: “ ana cuman mau liat aja ya dan g mau apa yg ente dn guru ente lakuin entar ana dosa lagi bidah aja”, lalu ana jawab “ iya bos terserah antum’ ana pun sambil tersenyum

    Kemudian malam hari setelah salat terawih ana dan tetangga ana pun berangkat keacara di monas tersebut bersama sama teman2 yang lain, dalam perjalan dia berkata” waduh banyak juga fis yang ikut ni ada yg bawa anak, ada yg bawa mobil waduhh hebat gara2 cuman acara seperti ini banyak yang ikut HEBAT ANA SALUT”, ana pun didalam hati seneng dan tersenyum mendengar perkataannya. Setelah sampai di tempat acara ia merasa bingung dan kaget melihat banyak sekali orang yang datang dn berkata” waduh ini pada mau demo ya fis? Ana; bukan bos ini mau ikuti acara tersebut dan memang seperti ini insya allah setiap tahun terus bertambah oranya” . dan iapun cuman melihat kanan kiri dan mengangguk2 kepalanya.
    Saat acara berlangsung ia pun terdiam saja saat mahalul qiyam,ana lihat ia merasa seperti orang sedih .knapa? Wauloh huallam.lalu saat habib munzir almusawa tausyiah pun ana lihat sepintas  ia menyimak dengan rasa ingin taunya.lalu ana menunduk dan tersenyum.Setelah acara berakhir ia masih menangis atas zikir tadi, lalu ana bertanya kepada dia,
    Ana ; kenapa antum ??

    Tetangga ; ana merasa sdh byk dosa fis, saat pembacaan salawat2 tadi ana merasa ketenangan jiwa yg tenang bgt fis, terus saat habib munzir almusawa tausyiah adem hati ana , lalu pas zikir ana merasakan tenang dan dosa2 pun sudah hilang rasanya fis bener YA ALLAH HATI INI ADEM BANGET FIS, POKOKNYA FIS ANA IKUT KALAU ANTUM NGAJI DAH HATI INI RASANYA TENANG BANGET ANA SUKA SALAWAT2NYA, BSK BSK AJA ANA LAGI FIS YA

    Ana: iya iya tenang aja ana ajak ko , makanya jgn menghina dulu bos ya , EH MALAH ANTUM KESENENGAN
    Tetangga: iya iya ana mohon maaf dah fis selama ini dah byk hina antum ikut ini itu ini itu, POKOKNYA ANA SEKARANG JADI DEPAN KALAU NGAJI BIAR KHUSUS APA YNG DISAMPAIKAN MA HABIB OKY FIS?
    Ana; oky oky ^_^

    Dalam perjalanan pulang ia pun sering melatunkan qosidah yng tadi di bacakan di acara tersebut dan ia megang hp ana yg disitu ia tirukan bacaan qosidah tersebut, dalam hati ana pun seneng dan gembira melihat ia sekarang berubah mengikuti apa ajaran orang tuanya, karena ia berubah saat sdh kuliah , mudah allah swt terus menjaga hati dan imannya mengikuti ajaran saydina muhammad saw amin ya robbi

    Sekian kisah ana alami semoga bermanfaat ,amin
    Wslm wr wb

    oleh Muhammad Hafidz Maqmun pada 14 Desember 2010

          Baca Juga:
    http://kumpulblogger.com
    Baca Selengkapnya...

    Mbah Kyai Musyafa’ Orang “Gila” yang Penuh Karomah

    Sebelum dikenal sebagai Wali, Mbah Kiai Musyafa’ dianggap orang Gila. Namun kemudian banyak orang yang menemukan Karomahnya. Karena itu, setelah dia meninggal, makamnya kerap didatangi peziarah.
    Kota Kaliwungu, tepatnya di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kendal Jawa Tengah, tampak sangat anggun bila dilihat dari bukit yang terletak di Desa Proto Mulyo, sebelah timur Kampung Gadukan, Kutoarjo, Kaliwungu. Masjid Al-Muttaqin yang berada di pusat kota terlihat sangat dominan dan lebih besar dibanding bangunan lain yang ada di sekitarnya. Menara dan kubah masjid tampak sangat kukuh, seperti menegaskan betapa Allah SWT Mahabesar.
    Dari ketinggian bukit itu, tampak kecantikan kota Kaliwungu yang mempesona. Disana terdapat makam alim ulama dan para penyiar agama Islam tempo dulu. Masyarakat menyebutnya sebagai makam Jabal (bukit), sebuah kawasan perbukitan. Salah seorang ulama besar yang dimakamkan disana adalah Kiai Musyafa’ bin Haji Bahram.
    Seperti halnya makam wali-wali yang lain, makam Mbah Syafa’, demikian beliau biasa disapa, inipun  kerap dikunjungi para peziarah, terlebih pada hari Kamis wage sore dan Jumat Kliwon. Pada kedua hari tersebut, ratusan bahkan ribuan peziarah datang kesana. Santri dari beberapa pesantren juga kerap menjadikannya sebagai tempat untuk melaksanakan riadah.
    Selama hidup (antara tahun 1920 – 1969), Mbah Syafa’ dikenal sebagai sosok yang zuhud. Ia sangat sederhana, baik dalam berpakaian maupun dalam bertutur kata. Kesederhanaannya dalam berpakaian, membuat sebagian orang menganggap Mbah Syafa’ sebagai Kiai yang sangat miskin. Tidak jarang orang juga mengatakan bahwa Mbah Syafa’ adalah orang gila, karena ia memang kerap berperilaku Khawariqul Adah, yaitu berperilaku diluar kebiasaan manusia pada umumnya.
    Anggur Mekkah
    Sangkaan orang bahwa Mbah Syafa’ adalah orang gila sudah terdengar sebelum masyarakat mengetahui karomah dan kewaliannya. Pada suatu hari tetangga disekitar rumah Mbah Syafa’ di bikin geger. Pasalnya setelah musim haji, ada seorang haji yang datang ke sana, ia mengaku di titipi anggur oleh seseorang di Mekah untuk diserahkan kepada Mbah Syafa’, yang baru saja menunaikan ibadah haji di Mekah. Padahal tetangga Mbah Syafa’ menyaksikan sendiri, selama musim haji itu Mbah Syafa’ berada di rumahnya.
    Sejak itu pandangan orang pada dirinya berubah, apalagi setelah karomah-karomahnya disaksikan orang-orang disekitarnya. Suatu saat Mbah Syafa’ menjamu tamu yang datang. Masing-masing tamu menuang sendiri air minum dari ceret yang sudah disediakan. Anehnya air minum yang berasal dari satu ceret itu di rasakan berbeda-beda oleh tamu yang minum.
    Dalam kisah yang lain, sekitar tahun 1060-an, Mbah Syafa’ kedatangan seorang tentara. Tentara itu bermaksud memohon restu, karena sebagai pembela negara dia mendapat tugas ikut dalam rombongan pasukan Trikora yang akan membebaskan Irian Jaya dari pendudukan Belanda. Saat dia sampai di tempat tinggal Mbah Syafa’, dan mengemukakan maksudnya, Mbah Syafa’ tidak menjawab sepatah kata pun. Beliau hanya mengambil sebuah wajan yang telah di bakar hingga merah membara.
    Oleh Mbah Syafa’ wajan itu di dekatkan ke kepala orang tersebut sambil dipukul beberapa kali. Sesaat kemudian beliau masuk kedalam rumah dan keluar dengan membawa tiga buah biji randu (Klentheng), lantas menyerahkannya pada orang itu. Orang tersebut tidak mengerti apa maksud Mbah Syafa’, namun ia tetap menyimpan biji randu pemberian Mbah Syafa’.
    Di belakang hari, isyarat tersebut bisa diketahui setelah kapal yang ditumpangi tentara Indonesia hancur di tengah laut. Namun atas izin Allah orang tersebut selamat.
    Dalam kisah yang lain diceritakan pada 1940an, suatu hari Mbah Syafa’ menggali tanah hingga dalam. Orang-orang disekitarnya merasa heran dengan apa yang dikerjakannya itu. Sebagian mengira tempat itu akan digunakan untuk memelihara ikan, sebagian yang lain menyangka akan dibuat sumur.
    Setelah beberapa saat, orang baru sadar bahwa Mbah Syafa’ mengetahui peristiwa yang bakal terjadi belakangan. Karena tidak lama berselang, tentara Jepang menyerbu daerah Kaliwungu, dan lubang itu dipergunakan sebagai tempat persembunyian orang-orang yang ada di sekitarnya.
    Berbagai peristiwa aneh terjadi termasuk setelah ia meninggal dunia pada 13 Maret 1969 (seperti yang tertulis pada nisannya). Suatu ketika saat sedang membersihkan Balai Desa Krajan Kulon, Mbah Rasyid, tukang sapu kantor tersebut, ditemui  Mbah Syafa’ tanpa berbincang apapun. Mbah Syafa’ memberinya uang seribu rupiah, padahal ia telah meninggal dunia.
    Anehnya, ketika sudah dibelanjakan, uang itu tetap utuh dan tetap ada di saku Mbah Rasyid begitu ia sampai di rumah. Hal itu berulang hingga tiga kali, membuat gundah Mbah Rasyid. Hatinya baru tenang setelah uang itu ia kembalikan ke kuburan Mbah Syafa’.

         Baca Juga:



    sumber:http://www.sufiz.com/jejak-wali/mbah-kyai-musyafa%E2%80%99-orang-gila-yang-penuh-karomah.html 
    KumpulBlogger.com
    Baca Selengkapnya...

    Bohong Buat Kebaikan


    Mungkin semua pernah mendengar frase tersebut terucap dari mulut orang lain, atau bahkan anda sendiri sering sekali mengucapkannya.
    Hmmmm....... ibarat kaya Robin Hood kali yaaa mencuri demi kebaikan, tapi sayangnya ketika berbohong ini demi kebaikan siapa?

    Kalo ga salah merujuk nih ya, istilah BOHONG DEMI KEBAIKAN ini bersumber dari salah satu kisah dari jaman Rasulullah SAW berikut:

    Pada suatu hari, Nabi SAW sedang duduk, lalu melintaslah seseorang yang sedang berlari-lari, dia panik karena sedang dikejar oleh orang yang berniat buruk terhadapnya. dia yang melintas di depan Nabi SAW lalu berkata,"Tolong lindungi aku, aku sedang dikerjar orang"
    Nabi SAW kemudian menggeser tempat duduknya. Orang itu lantas bersembunyi, tak lama kemudian orang yang mengejar tadi itu datang ke hadapan Nabi SAW lalu bertanya, "Ya Muhammad, apakah kau melihat orang yang kami kejar, berlari lewat sini?"
    Nabi SAW lalu menjawab, "Sejak saya duduk disini, tidak ada orang yang melintas"
    Kaum itu pun kemudian pergi.

    Dan kisah ini menjadi landasan bagi orang-orang untuk berbohong dan lahirlah istilah BOHONG BUAT KEBAIKAN. kalo bahasa lainnya itu sih White Lies......Berikut penjelasannya, berdasarkan kisah tersebut yang kuketahui.....tapi satu hal yang bisa kukatakan......NABI SAW TIDAK BERBOHONG KETIKA ITU.....
    Jadi...kalo berdasarkan kisah yang kutahu.....ketika itu, sebelum kaum yang mengejar itu datang, nabi berpindah tempat duduknya. dan Nabi SAW berkata itu, "Sejak saya duduk disini, Saya tidak melihat ada yang melintas"
    jadi, NABI TIDAK BERBOHONG...........
    lalu mengapa hal ini lantas menjadi alasan orang untuk berbohong demi kebaikan???

    Apakah Bohong Buat Kebaikan itu ada....?
    okay....secara senses yaa......berbohong buat kebaikan itu emang baik.....dan kurasa kalo emang bener, Allah pun pasti akan memaafkan....
    Tapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum berbohong demi kebaikan itu!!!!!
    Bohong ini dosa yang bisa dibilang lumayan cemen sih, maksudnya bisa aja dilatih buat nggak bohong....
    Pernah denger ga, "Kejujuran itu lebih baik...meski itu menyakitkan" karena dari sakit akibat kejujuran itu, kita akan belajar sebuah pelajaran yang berharga......

    Jadi sebisa mungkin biasakanlah untuk jujur dan hindarilah berbohong sekecil apapun itu....
    ataupun kalo emang mau berbohong.....tolong bener-bener dipertimbangkan......untuk kebaikan siapa......

    Kalo sekali udah biasa berbohong, kita akan semakin biasa berbohong......Dosa yang ditutupi dengan dosa.....dan ditutupi dengan dosa.....
    hati-hati.............

    Dari Ummu Kalsum binti ‘Uqbah r.a sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Bukanlah termasuk pendusta orang yang mendamaikan manusia. Ditambahnya yang baik atau dikatakannya yang baik”. (Bukhari)

    Berdusta atau berbohong adalah satu sifat yang dikeji. Namun ada juga bohong yang yang bertujuan untuk mendamaikan orang yang bertelagah.

    Umat Islam pada hari ini masih lagi terumbang-ambing, lemah, miskin dan berpecah belah meskipun Islam sesungguhnya amat menggalakkan perpaduan, kesatuan, persefahaman dan keharmonian dalam kehidupan sejagat.
    Dalam erti kata lain, Islam melarang umatnya bergaduh, berperang apalagi bertengkar sesama sendiri sehingga melibatkan perbuatan mencederakan, membunuh dan sebagainya.

    Inilah sebabnya mengapa Islam memuliakan seorang manusia yang berusaha untuk mendamaikan orang yang bertelagah meskipun terpaksa dilaksanakan dengan cara menipu (perkara yang harus) demi menjalinkan semula ikatan persaudaraan tersebut agar keadaan kembali menjadi aman dan damai.
     
    Jadi, menipu atau berbohong yang bertujuan ke arah kebaikan tanpa ada sebarang niat lain melainkan kerana Allah adalah boleh.

         Baca Juga :
     



    sumber:http://chronov.multiply.com/journal/item/330/Bohong_Buat_Kebaikan

    sumber:http://hadis.cikedis.com/bohong-yang-diharuskan 
    KumpulBlogger.com
    Baca Selengkapnya...

    "JUJUR saja tidak cukup"



    Jujur adalah kata indah yg sering diucapkan oleh seseorng utk meyakinkan dirinya atau orng lain agar percaya...
    Kata jujur jg sering di pakai utk mengungkapkan keadaan yg sebenarnya...
    Sebagian orng terjebak dan terlena dg kejujuran seseorng,bahkan jujur oleh sebagian orang di jadikan syarat terbentuknya suatu hubungan,lebig" kaum wanita....
    Padahal "jujur" saja tdk lah cukup.
    Kita mungkin masih banyak menjumpai orang yg "jujur",apalagi jujur dlm arti berkata yg sebenarnya...
    Ada satu kata lagi yg hrs di gandeng,agar kejujuran menjadi sempurna,yakni:bertanggung jawab...

    "APALAH ARTINYA KEJUJURAN TANPA TANGGUNG JAWAB"

    Seorng kekasih bertanya pd kekasihnya,
    "Kamu selingkuh,ya...dg jujur sang kekasih menjawab,"iya..(karena memang benar selingkuh)...
    Jawaban si kekasih tdi adalah sebuah kejujuran...

    "Kamu yg merusak barang ini,ya...."iya,.. jwab orng yg merusak(karena memang benar adanya)...
    "Kamu yg mengambil uangku,ya...."iya,jawab orng yg mengambil uang itu......
    Jawaban2 diatas adalah jawaban yg jujur(dan msh banyak lgi contoh2 kasus yg seperti itu dlm kehidupan sehari2).
    Tpi apakah kejujuran yg seperti itu yg di inginkan.?,tentu saja tidak,bukan..?

    Kejujuran hanya akan bernilai jika diiringi dg tanggung jawab...artinya jika ia merusak/menghilangkan barang seseorng,disamping ia mengakuinya,juga harus memperbaiki/menggantinya.Jika ia mengambil uang temannya,disamping mengakuinya juga hrs menggantinya...

    Jika seorng suami selingkuh,disamping mengakuinya(jujur) tapi jg hrs mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum,..
    Jadi kejujuran tanpa di-iringi dg tanggung jawab adalah kejujuran yg sia-sia....

         Baca Juga





     oleh : Ali Taman Aljufri,08 Juli 2010
    KumpulBlogger.com
    Baca Selengkapnya...

    TerAbaikan.......Lelah.....

    Saat smua telah terabaikan.......
    saat smua tak terhiraukan....
    saat smua sndiri.....
    saat smua sepi.....
    saat smua tak ada apa-apa.....
    saat Smua terkucilkan....
    saat smua menghilang.....
    saat smua pergi.....
    saat smua lenyap......kosong.....
    saat smua tak dihargai....
    saat smua acuh dengan smua ini.....

    Lelah.....Lalah....yang menghampiri........
    Ingin pergi tp tak bisa.....
    Ingin mengabaikan ini.......
    Ingin berlari sejauh mungkin dari Smua ini......tapi apalah daya.....

    Tangis...!!!!!!!
    iya......Tangis.....yang ada......
    merenung yang dilakukan.......

    Berhenti.....Stop......Jangan teruskan smua ini.......
    Jangan lakukan ini lagi.......
    Karna Jujur tak sanggup terjalani.........
    sudahi Perih ini......
    bawa lah terbang ke Angkasa...hingga smua bertemu.......
    Bawalah dalam Keheningan Malam....Keindahan hari.....Kesejukan Pagi.....
    Temani..Temani.....dan Temani .......menuju Kebahagiaan Cinta......
    Indahnya Dunia........
    dalam Setiap langkah.....Setiap nafas....
    Sllu ternantikan saat-saat berSama.....dekat.....Sentuh...dengan kelembutan darimu...
    Jangan .... Jangan.... dan Jangan.....Kau Lakukan lagi.....
    Plis.....termohon untuk mu........
    Tetap.... Tepat..... dan Tetaplah Disini.......
    Karena.............................AKU

    Cerita.....Cinta......dan Cita........Teruntuk Kamu.......
    Special Day......for U........





    oleh Aera Rachma Love
    kumpulblogger.com
    Baca Selengkapnya...

    BELAJAR TAWADHUK


    Mumpung weekend, upload cerita lagi. Ini kisah terpendam selama duapuluh lima tahun.

    Baru seminggu di Rembang, sudah beberapa orang yang diyakini sebagai rijalullah, saya temui. Beberapa nama dapat disebut, antara lain Mbah Muslim Klaten, Mbah Shobib Jepara, Habib Luthfie Pekalongan, Mbah Syahid Kemadu, dan lain-lain. Namun satu yang membuat hati ini tak kunjung tenteram yaitu, saya belum bertemu dengan Mbah Hambali Lasem. Saya belum pernah berjumpa beliau sama sekali.

    Mbah Hambali mengingatkan saya kepada almaghfurlah Gus Miek. "Kebiasaan" beliau mengunjungi tempat pelacuran, terminal, dan sebagainya, pun sangat mirip. Konon, bahkan, Rhoma Irama pun berguru kepadanya.

    Salah satu kisah yang secara singkat diceritakan kepada saya adalah sewaktu beliau mengajak beberapa PSK ke salah satu makam (kapan dan di mananya saya lupa). Pada saat semua telah berkumpul mengelilingi kuburan tersebut, atas izin Allah, terkuaklah siksa kubur di hadapan mereka. Api siksa yang menyala dan menggelegak itu, seketika membuat para PSK ketakutan dan, selanjutnya, bertobat. Juga beberapa cerita tentang karomah lainnya. Wallahu a'lam.

    Itu baru sepenggalan dari segudang kisah tentang Mbah Hambali. Tak dapat dipungkiri, itu cukup membuat saya sungguh ingin berjumpa dengan beliau. Berhari-hari perasaan itu memenuhi hati.

    Hingga suatu hari, seorang santri tergopoh-gopoh menemui saya di masjid.

    "Panjenengan ditimbali Yai. Wonten Mbah Hambali (Anda dipanggil Kiyai. Ada Mbah Hambali)," begitu berita yang disampaikannya.

    Seperti mendengar berita besar, saya melompat dan bergegas menuju rumah, ingin segera menemuinya.

    Di ruang tamu, saya jumpai Lik Wawang (Munawar Muslih, Allahumma yarham), paman saya, bersama seorang tamu laki-laki. Begitu hening. Berusaha sekuat tenaga mematut sikap, dengan mundhuk-mundhuk layaknya santri yang baik, saya menghampirinya. Sekira dalam jangkauan lengan, tangan saya ulurkan untuk bersalaman, cium tangan. Sangat takzim. Sementara sang tamu dengan sopan dan cenderung sungkan, membalas uluran tangan saya, lalu cepat-cepat menariknya lagi. Meski demikian, hidung saya masih sempat merasakan sentuhan punggung tangannya.

    Lik Wawang memperhatikan saya dengan tersenyum. Oh, bukan. Rupanya dia menahan tawa. Apakah sikap saya masih wagu? Tak apalah. Saya mencoba tak menggubrisnya.

    Beberapa detik berikutnya, terdengar suara cekikikan ditahan-tahan. Itu pun, saya pikir, bisa tentang apa saja, toh? Masa bodohlah.

    Saya melintas di depan Lik Wawang. Tiba-tiba dia berbisik, "Mbah Hambali di dalam kamar bersama Lik Wahab (KH Abd. Wahab Chafidz)."

    Mak pyorrrrrr.......! Biji mata saya hampir keluar semua.

    Pantas, kok bau trasi.





    oleh Adib Machrus pada 11 Desember 2010
    kumpulblogger.com
    Baca Selengkapnya...

    SUWUK BAROKAH

    As Syaikh Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazzali Ath Thusi dalam Minhajul ‘Abidin menerangkan bahwa bagi seorang ’abid yang berhasil menaklukkan segala tantangan-tantangan (‘aqabaat) pendakiannya, Allah menjanjikan 40 macam karunia: 20 diberikan di akhirat, 20 lagi diberikan di dunia. Diantara dua puluh yang diberikan di dunia adalah: Allah menjadikan barokah dalam ucapan-ucapannya.

    Beruntunglah kita mewarisi dari para ’abidin ijazah-ijazah mustajabah berupa hizib-hizib, berbagai shighat shalawat, suwuk dan sebagainya, yang benar-benar kita buktikan manfaat dan barokahnya. Dibawah ini contoh beberapa ijazah suwuk dari ayah saya, Kyai Kholil Bisri, dari ayahnya, Kyai Bisri Mustofa, dari guru dan mertuanya, Kyai Kholil Harun:
    • Suwuk untuk menyapih:
      بسم الله الرحمن الرحيم ﭼرماراتو سي بايـي لالييا دودوه سوسو إيليعا ﺴﯕﺎ لان باﭘﻮ ادم اسرﭪ ساعكيع الله لا اله الاالله محمد رسول الله
    • Suwuk munthoh (bayi rewel, nangis terus):
      بسم الله الرحمن الرحيم ڟيري ڟيري جاباع بايـي كدادين ساعكيع باﭘوني ﭬـلي ﭼﭪ منع ﭼﭪ منع ﭼﭪ منع لا اله الا الله محمد رسول الله


    Formula suwuk-suwuk itu seperti asal bunyi tapi toh istijabahnya tak dapat dipungkiri.

    Memperhatikan formula suwuk-suwuk itu, ayah saya berkesimpulan bahwa suwuk itu apa pun bunyinya asal diawali dengan
    بسم الله الرحمن الرحيم
    dan diakhiri dengan
    لا اله الا الله محمد رسول الله
    Maka insyaallah mustajab.

    Kebetulan, beberapa waktu setelah PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) berdiri (1998), isteri Gus Zen (KH Zainuddin Maftuhin), Lasem, hendak melahirkan. Gus Zen gelisah karena proses kelahiran itu begitu sulit. Sudah lama berkontraksi tidak keluar-keluar juga. Dengan pikiran suntuk, Gus Zen datang kepada ayah saya mewadulkan kesulitan itu. Maka, ayah saya pun mengijazahkan suwuk dibawah ini:

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Hé, jabang bayi, yèn kowé kêpingin wêruh gêbyaré Pékabé, ndang mêtuha
    لا اله الا الله محمد رسول الله


    Terbukti, setelah ijazah itu dilaksanakan, si bayi keluar dengan mudah.

    Sementara itu, Kyai Abdul Hamid Baidlowi, Lasem, pun rupanya punya gagasan yang sama. Ketika seorang tetangga meminta srana untuk isterinya yang sakit, Kyai Hamid memberinya air yang sudah ditiup dengan suwuk begini:

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Mati kêrsaning Allah, urip kêrsaning Allah
    لااله الا الله محمد رسول الله


    Tak berapa lama ada kabar isteri si tetangga sembuh.

    Kyai Hamid semakin mantap. Ketika di kali lain orang minta srana untuk sapinya yang sakit, Kyai Hamid memberinya air dengan suwuk:

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Urip kêrsaning Allah, mati kêrsaning Allah
    لا اله الا الله محمد رسول الله


    Sapi itu mati.

    _________________________________________________
    Catatan tambahan:
    1. Pengamalan ijazah suwuk-suwuk diatas harus dengan kaifiyyah tertentu.
    2. Untuk memperoleh ijazah tentang kaifiyyah-kaifiyyah itu, harus menemui saya dengan membawa… mahar! Hehehe….







    oleh Yahya Cholil Staquf  pada 10 Agustus 2009
    kumpulblogger.com
    Baca Selengkapnya...

    ANTARA ALI BIN ABI THALIB DAN ALI BIN MA’SHUM


    Mbah Kyai Ali Ma’shum rahimahullah terlahir dengan kecerdasan istimewa. Pada usia remaja, beliau sudah menjadi amat ahli dalam bahasa dan sastra Arab. Kefashihan beliau sulit dicari tandingannya. Pada usia 18 tahun, sewaktu mondok di Termas, Pacitan, dibawah asuhan Kyai Dimyathi rahimahullah, Kyai Ali diberi hak untuk mengajar di Masjid pondok. Suatu previles yang tidak didapatkan bahkan oleh santri-santri yang jauh lebih senior. Bukan karena Kyai Ali putera seorang kyai besar (Mbah Kyai Ma’shum, Lasem). Dari segi nasab, Kyai Ali masih “kalah bobot” dibanding, misalnya, Kyai Abdul Hamid (Pasuruan) yang pada waktu itu juga mondok bareng di Termas. Previles itu diberikan sebagai pengakuan atas ke’aliman Kyai Ali. Di kemudian hari, Kyai Ali Ma’shum pun diakui sebagai kyai ahli Ilmu Tafsir paling otoritatif pada masanya.

    Tidak heran jika, sesudah trio pendiri Nahdlatul Ulama (Hadlratusy Syaikh Kyai Hasyim Asy’ari, Kyai Abdul Wahab Hasbullah dan Kyai Bisri Syansuri) “habis” dengan wafatnya Kyai Bisri Syansuri, semua kyai yang hadir dalam Kombes NU 1982 di Kaliurang, Yogyakarta, secara aklamasi menyetujui usul Kyai Achmad Siddiq (Jember) untuk mendaulat Kyai Ali Ma’shum sebagai Rais ‘Aam menggantikan Kyai Bisri Syansuri. Semula Mbah Ali menolak. Tapi semua kyai mendesak beliau bertubi-tubi. Dari pagi hingga malam Gus Dur dan Gus Mus menunggui di kediaman beliau di Krapyak, dengan tekad tak akan beringsut sebelum beliau menyatakan kesediaan. Dengan berlinangan air mata, Mbah Ali akhirnya menyerah.

    “Aku tak mau jabatan”, beliau berkata, “tapi agama melarangku menghindari tanggung jawab…”

    Selanjutnya, Kyai Ali Ma’shum pun menjadi patron dari gairah pembaharuan NU. Beliau pelindung utama —kalau bukan satu-satunya— anak-anak muda yang getol dengan pembaharuan, ketika gagasan-gagasan kreatif mereka memanaskan telinga kebanyakan kyai karena dianggap terlampau berani.

    Barangkali orang masih ingat, bagaimana Kyai As’ad Syamsul Arifin, Situbondo, suatu ketika merasa tak kuat lagi menenggang “keliaran” Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU sehingga hubungan diantara keduanya tegang luar biasa. Kyai As’ad memanggil Kyai Muhith Muzadi ke Situbondo.

    “Tolonglah”, beliau berujar kepada Kyai Muhith, “sampiyan ingatkan Abdurrahman itu… dia sudah kelewatan”.

    Kyai Muhith angkat tangan.

    “Kok saya to, ‘Yai” jawabnya, “mestinya kan yang sepuh-sepuh seperti panjenengan yang lebih berhak…”

    “Wah, saya ’dak biisa… yang bisa itu Kyai Ali Ma’sum!”

    Pada kesempatan lain, Kyai As’ad mengundang kyai-kyai berkumpul di Surabaya. Mbah Kyai Ali Ma’shum berhalangan, hanya mengutus Abdurrahman, seorang santri Krapyak asal Pasuruan, membawa surat beliau untuk para kyai yang hadir di Surabaya.

    “Kalau rapat kyai-kyai itu sudah selesai, serahkan surat ini kepada Kyai As’ad dan sampaikan bahwa saya minta surat ini dibacakan didepan majlis”. Demikian pesan Mbah Ali.

    Rapat itu rupanya membahas Gus Dur dengan segala kembelingannya, sehingga akhirnya kyai-kyai sepakat untuk membuat petisi, menuntut Gus Dur mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.

    Abdurrahman Pasuruan patuh, begitu rapat hendak ditutup, ia beranikan diri menyerobot kehadapan Kyai As’ad untuk menyerahkan surat titipan Mbah Ali berikut pesan beliau. Surat yang kemudian benar-benar dibaca didepan majlis itu ternyata berisi pernyataan tegas bahwa Mbah Ali menolak pemberhentian Gus Dur dari jabatannya. Kyai As’ad tak punya pilihan.

    “Kalau Kyai Ali Ma’shum ’dak setuju… saya ’dak berani…”

    Keputusan rapat pun batal.

    Sebagai Rais ‘Aam, walaupun hanya separuh masa bakti (1982 – 1984), Mbah Kyai Ali Ma’shum berhasil mengantarkan NU melewati masa transisi dari NU-politik ke NU-kultural. Perjalanan menuju deklarasi “Kembali ke Khittah NU 1926” pada Muktamar Situbondo (1984) berhutang sepenuhnya pada jasa kepemimpinan beliau. Itu memang bukan perjalanan yang mudah. Di tengah-tengahnya, konflik besar yang mengguncang antara kubu kyai-kyai dan kubu para politisi (Situbondo versus Cipete) harus dilalui dengan segala pahit-getirnya. Sampai-sampai seorang kyai muda berani melontarkan keluhan berbau protes ke hadapan Mbah Ali.

    “Selama kepemimpinan tiga Rais ‘Aam sebelumnya, NU adem-ayem, bersatu penuh harmoni”, kata kyai muda itu, “tapi setelah panjengan jadi Rais ‘Aam… kok terjadi perpecahan begini?”.

    Mbah Ali tersenyum bijak.

    “Bagus sekali kamu bertanya begitu”, ujar beliau, “pertanyaanmu itu persis yang dilontarkan orang kepada Sayyidina ‘Ali”.

    Maka Mbah Ali pun meriwayatkan keluhan orang kepada Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah, bahwa pada masa kepemimpinan tiga Khulafa Ar Rasyidin sebelum beliau (Saadaatina Abu Bakar, Umar ibn Al Khatthab dan ‘Utsman ibn ‘Affan radliyallahu ‘anhum) tidak terjadi perpecahan ummat seperti pada masa kekhalifahan Sayyidina ‘Ali.

    Bagaimana jawaban Sayyidina ‘Ali?

    “Pada masa beliau bertiga itu, yang dipimpin adalah orang-orang macam aku, sedangkan sekarang ini yang kupimpin adalah orang-orang macam kamu!!”







    oleh Yahya Cholil Staquf  pada 14 Agustus 2009
    kumpulblogger.com
    Baca Selengkapnya...

    Curahan SeOrang Gadis 2..

    Cinta..Cnta..Cnta..
    Kini Cnta tk lg brShbat dg Gdis i2..
    Spti yg ia dgr dri sktar'y..
    Bhw Cinta i2 myedhkan..myakitkn..myksa btin..
    Cnta i2 Buta..mmbutakn mta,Hti,Pkirn&Prasaan..
    Cnta Pmbunuh,Pnyiksa..
    Tp Gdis i2 tk Prnh myerah..akn Ia bktikn kPd Dunia..akn Ia Kmblikn Hkekat Cnta..
    Klo Cnta I2 kn brakhr Bhagia..tk da tngis ksdhn dstiap sdut Cnta..
    Cnta kn Indah..
    Gdis i2 kan teriakan kpd Dunia.."Q Bhgia krn Cinta"..
    Agr tk da lg Org myalah gunakn Cinta..
    Cinta..Cnta..Cnta..
    Cinta tk dCnta..Syang tk dSyang.,




    Kumpulblogger.com

    oleh : Aera Rachma Love

    The End
    Baca Selengkapnya...

    Curahan SeOrang GadiS..

    Salam Syum Sapa tuk Dunia...

    Q Punya Crta tuk Mu Dunia..
    Ini Ksah Seorag Gadis Remaja yg bru Mngenal Cinta..
    Cinta..Cnta..Cnta..
    Apa it Cnta??
    Prtma mgnal Cinta it Indh,BhaGia,Syang,Kasih..
    Bs Mmbwt Tnag jwa, Tawa, Syum, hti BrBunga,.
    Rasa dRasa.tnp Asa..
    Hdup pNuh Smgat,bwarna..
    Inilah Cinta...

    Cinta...Cnta...Cnta,
    Stlh lm mgnal Cinta..
    Kini...
    Cinta tk lg Spti yg Ia knal..
    Gdis it tk Mnyagka..
    Cinta tk Lg Pnuh Bhagia, jwa tk lg Tnag, tngis Sdih mylimut dlm Hti..
    Cinta..Cnta..Cnta...




    Kumpulblogger.com

    oleh : Aera Rachma Love

    NB : wait for the next edition...
    Baca Selengkapnya...

    Rasa.....???

    Rasa ketika tak dihargai,...

    rasa ketika tak diperhatikan,...

    rasa ketika tak berarti,...

    rasa ketika ada tapi tak ada,...

    rasa ketika rasa itu menghilang...
    Tuk apa ?,

    tuk siapa? 

    semua ini . . . .

     . . . .





    by : Kumpulblogger.com
    sumber : Umina JTwo
    Baca Selengkapnya...

    sAhab@t

    kDang aku t' mengerti akan arti hadirnya sahabat
    tP sahAbat t' selalu hadir utk ku
    d saat dia ad jiwa ini terasa sejuk
    tP d saat dia t' ada d sisi ku
    hati ini terasa sepi
    sedih mu..canda dan tawa mu
    adalah milik ku juga
    meSki kau pernah lukai hati ini
    ingatLah selalu ....bahwa
    sahaBat tetapLah sahabat
    dan tak' akan pernah berubah

    sumber: (klik foto dibawah ini)




    by : Kumpulblogger.com
    Baca Selengkapnya...

    ?

    Btirn Ksih..Sjuta Angan..
    Meraih Mimpi dr Hyalan..
    Kan dtag Sbuah KsiH zg Hakiki dr Tuhan Truntuk Hti yg Pnuh Kgalauan...
    Q lntunkn Syair Islam brSnandug Rindu..bwt Ksh dr UmtMu..
    Y Rob,..
    Q Rndu..
    Hti Ni utkMu..
    Ttap bsmaQ..


    Sumber :(klik foto dibawah ini)





    by : Kumpulblogger.com
    Baca Selengkapnya...

    Antarkan Aku ke Sana


    Gejolak yang membuncah memenuhi dada ini…
    Bersama asa yang rindu mendalam…
    Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan…
    Berharap dapat bersua dengan-Mu…
    Wahai Rabbul`alamiin…

    Dengan taubat ku berharap…
    Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
    Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya…
    Azzamkan niat ini dalam mencapainya…
    Ikhlaskan hati ini menjalaninya…
    Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
    Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
    Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
    Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
    Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu…

    Syari`at ISLAM…
    Daulah ISLAM…
    Khilafah ISLAM
    Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu…

    Hantarkanlah kerinduanku ini…
    Mudahkanlah…
    Lapangkanlah…
    Tuk raih cita-cita…
    KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
    Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
    Ridhai dan kabulkanlah…
    Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…

    Mujahidah dari Bumi Jihad
    Aku Wanita Mujahidah Sejati…
    Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
    Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
    Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
    Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya.. cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
    Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
    Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba…
    Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
    Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia…
    Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
    Bulat tekadku untuk menemanimu…
    Aku Wanita mujahidah pilihan…
    Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
    Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
    Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…

    Andai tak siap bisa kau pilih…
    Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik, terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku… terlebih keluh kesahku…
    Tak mungkin aku memilihmu… bila yang fana lebih kau cinta…
    Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota… lezatnya makanan dan lajunya makar durjana… Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu… dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…
    Meniti jalan panjang di medan jihad…
    Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah… serta debu yang beterbangan, keringat luka dan kesyahidan pun terulang… Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
    Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…

    Aku wanita dari bumi Jihad…
    Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
    Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan… tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
    Adakah yang siap mendamaikan Hati ?? Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri… tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…
    Yang melepasku dengan selaksa do`a… meraih syahid… tujuan utama… Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
    Kuharapkan penolong dari hambaMu…
    menemani perjalanan ini…


    Oleh Nona ReZa pada 01 Desember 2010 jam 10:38
    Baca Selengkapnya...

    Ungkapan Hati 2

    dlm khmpan Hti...
    Q mmhon.., mminta...
    Ya Allah...
    Dosakh Q mncntai'Y yg tlh BrKsih....
    Ya Allah....

    Ampuni Q yg tk brdya..., yg tk dpt mndustai Hti & Prasan ni......
    Q yg Mncntai UmatMu...

    yg Egkau lmpahkn sgl Ksih....
    Q yg dHntui rs brslh...Cz Q Mncintai Dia Yg tlh berkasih.
    Ya Allah.....

    Tntunlh Q dlm mngmbil Kptusan.
    jga Hti Q dlm kGlisahn.
    "Q hrs Bgmn??

    5f tlh brda dintra X-n..
    Pa yg rus Q lkukn....

    hruskh Q bhog ats Prsaan ini??????
    bhw Q SYANK Km"
    dr.Q

    sekitar 1 jam yang lalu 


    sumber :    Aera Rachma Love
    Kumpulblogger.com
    Baca Selengkapnya...

    Ungkapan Hati

    Aera Rachma Love

    Dia lbh Sgala'y dr pd Q...
    Dia Wnta Solekhah, Suci, Berakhlaqul Karimah..
    Cntik Hati'y...tk prnh mengeluh..
    Mta'Y Mngandung Pncaran Sinar Kmuliaan...
    Yg mmbwt Mu ingin Sll brsamanya.
    Cz Dia Yg ingin sllu Kau Cinta.

    Sdgkan Q Apa??
    Q bkn Wnita yg Kmu Hrapkn..
    Q Ktor...Cntik Juga G'..
    Q Hy Bs mengluh..Q bkin Mlu..
    Q tak Layak utk Kmu...
    Mngkinkh Q Hrus Prg..??
    Jka Iya...Q akan Prg..

    bwt Kmu yg Ngrti...T.q
    dr:Q yg k-2(7 jam yang lalu)
    Kumpulblogger.com

    Sumber : (klik foto yang kecil) 

    Baca Selengkapnya...

    Artikel Terbaru

    Tukeran link

    Copy kode di bawah masukan di blog anda, saya akan segera linkback kembali Penyejuk Hati