*اللهم صلى على سيدنامحمد * اللهم صلى على سيدنامحمد * اللهم صلى على سيدنامحمد *
Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. – Nabi Muhammad Saw

Recent Coment

Shalatnya Rasulullah saw



قال رسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي ( صحيح البخاري )
Sabda Rasulullah saw : “Shalatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku melakukan shalat” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ
Limpahan Puji Kehadirat Allah subhanahu wata'ala, Yang Maha Tunggal mengatur segala kejadian sepanjang waktu dan zaman, Maha Mengatur jumlah nafas hamba-hamba Nya, di beri izin untuk izin tinggal hidup di atas bumi Nya, di dalam jasad yang milik Nya, yang di cipta untuk Nya, diberikan kepada Ruh kepada hamba-hamba Nya ini, alat-alat multi sempurna untuk melewati kehidupan yang sementara dan fana menuju kehidupan yang kekal dan abadi, di berikanlah panca indra dan di berikanlah permukaan bumi beserta isinya, tiada lain agar hamba Nya meniti jalan menuju keridhaan Nya, dan hamba Nya menuju Cinta Nya, agar hamba Nya mencapai kasih sayang Ilahi, berlomba-lomba untuk dekat kehadirat Allah,
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah bukakan bagi Nya limpahan Rizqi dan penyelesaian dari apa-apa yang menyulitkannya, dan ia di berikan suatu hal yang mengembirakan dan mengagetkan, berupa kegembiraan dari Allah bagi hamba - hamba yang bertaqwa”
Seraya berfirman :
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah jadikan permasalahan Nya lebih mudah”
Seraya berfirman :
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Allah hapus dosa – dosanya dan Allah lipat gandakan jumlah pahala yang menjadi miliknya”
Demikianlah perbuatan Allah pada hamba – hamba Nya yang bertaqwa, siapa mereka ?
Mereka yang berusaha menjauhi dosa semampunya, dan berusaha menjalani perintah Allah semampunya, dan tentunya merekalah para pengikut Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Tiada seseorang di sebut Taqwa kecuali pengikut Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Imam Muttaqiin (Pemimpin orang – orang yang bertaqwa) Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Semoga Allah mengelompokanku dan kalian di dalam kelompok orang – orang yang bertaqwa, yang selalu di limpahkan rizqi dengan keluasan rizqi yang dhahir dan rizqi yang bathin dengan datangnya rizqi yang terkirakan dan yang tidak terkirakan dan juga penyelesaian atas segala kesulitan dan terhapus dari segala dosa dan di lipat gandakan pahala. Ya Allah …
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Seraya berfirman :
“Barang siapa yang mendambakan balasan di dunia, sungguh Allah di sisinyalah balasan dunia dan akhirat, dan sungguh Allah itu Maha mendengar dan Maha melihat”
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Didalam perkumpulan yang luhur ini, di bulan agung ini, di malam-malam mulia dan suci ini, di bulan Rajab yang di namai bulan mulia dari pada satu bulan haram, bulan yang di muliakan oleh Allah, dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak ibadah di bulan ini, dan para imam-imam kita dan para Sahabat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kita mereka memperbanyak Istighfar di bulan Rajab dan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak puasa di bulan Rajab, karena inilah salah satu di bulan haram, karena bulan haram adalah bulan yang di muliakan oleh Allah dan Rasul Nya.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Aku dan kalian sebagai tamu Allah di bulan Rajab ini, sampai dan hadir di majelis dzikir dan Majelis Ta’lim dan Shalawat ini, di majelis Dakwah ini tentunya dengan jamuan yang lebih karena kita sudah berada di majelis ini sebagai tamu Allah, juga sebagai tamu Allah di bulan Rajab dan pada hakikatnya manusia itu adalah tamu Allah pada setiap detik hidupnya, selama ia masih hidup ia adalah tamu Allah, ia di jamu oleh Allah, maka fahamilah Shahibul bait, fahamilah siapa yang kita kunjungi yaitu Rabbul’alamin dalam setiap nafas kita karena setiap nafas kita hakikatnya kita tamu Ilahi di bumi Nya, karena kita di bumi yang milik Allah, kita hidup dengan jasad yang kita tidak membeli dan tidak menciptanya semua dari Allah, maka kita adalah tamu, dan tamu termuliakan bagi yang memahaminya.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Kalau kita tau siapa yang sedang kita kunjungi dalam kehidupan ini, yaitu Rabbul’alamin subhanahu wata'ala, yang kita kunjungi dalam setiap nafas kita, maka kita akan memahami bagaimana adab kesopanan kita berada dihadapan Tuan Rumah Maha Raja alam semesta ini.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah, Tentunya kalau kita faham kalau kita ini berada di suatu Istana kemegahan Rabbul’alamin di dalam kerajaan Allah subhanahu wata'ala, hendaknya kita membenahi sikap kita dengan Sang pemilik jasad kita dan Sang Pemilik bumi kita dan Sang pemilik kehidupan kita dan Sang pemilik dunia dan akhirat kita, dan betapa beruntungnya jiwa yang selalu berpadu, pemikirannya dengan rahasia keluhuran Ilahi.
Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Allah telah berfirman :
“diantara orang – orang itu ada yang menghendaki balasan di dunia saja atas amalan pahala ibadahnya namun Allah memiliki balasan bukan hanya diakhirat saja tapi di dunia dan di akhirat”
demikian Allah menjelaskan di dalam firman Surat Annisa :
“Dan Allah subhanahu wata'ala itu Maha Mendengar dan Maha Melihat”
Fahamlah kita jangan meminta akhirat saja, jangan minta dunia saja, minta dunia dan akhirat, karena Allah telah mengatakannya bahwa balasan di dunia dan akhirat milik Ku.
Allah Maha Mendengar, Maha melihat, Maha Mendengar dengan pendengaran yang bukan dengan telinga seperti makhluk, makhluk hanya mendengar suara, tetapi Allah mendengar getaran perasaan, Allah melihat getaran lintasan pemikiran.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dan setiap waktu dan saat Allah selalu mendengar dan melihat.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
namun tabir kegelapan dosa didalam diri kita sering menutupi kita seakan-akan jauh dari Allah, seperti orang yang berada di dekat temannya namun ia menutup matanya, maka ia tidak melihat temannya, padahal temannya sudah di hadapannya,
“Allah itu lebih dekat kepada kita dari pada urat leher kita”
Maksudnya antara ruh dan jasad kita Allah lebih dekat lagi dari itu, Allah lebih mampu dari kedekatan jasad dengan ruh, karena Allah Yang Maha mampu memisahkan ruh dengan jasad, Allah yang Maha Menentukan setiap nafas kita, Allah Maha dekat bukan dengan sentuhan dan Allah juga jauh bukan tanpa perhitungan jarak tapi dengan kedekatan jiwa, karena jarak tidak bisa menempuh dan mencapai Rabbul’alamin, karena jarak hanya bisa mencapai alam cipta Allah, jarak dan tempat tidak bisa menjangkau Rabbul’alamin, pencipta semua waktu dan tempat.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian agungnya Sang Maha Raja langit dan bumi dan Sang Maha Lembut,
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam melintas bersama para Sahabatnya lalu lewatlah seorang anak kecil, lantas Rasul shallallahu 'alaihi wasallam memanggil (berteriak mengangkat suara)
“apakah anak ini mempunya ibu?”
Maka keluarlah ibunya dan menangis mendekapnya dan menciuminya seraya berkata
“Ibni ibni…”
Maka para sahabat menangis, maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam berkata :
(apa yang membuat kalian menangis?)
Para Sahabat berkata :
“Cinta ibu itu terhadap anaknya besar ya Rasulullah, kami terharu”
Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Allah lebih berkasih sayang kepada hamba – hamba Nya dari ibu itu kepada anaknya”
Saudara saudariku yang ku muliakan,
Diriwayatkan di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy mensyarahkan makna hadits ini bahwa :
Yang di maksud di dalam hadits ini oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang wafat dalam keadaan bertaubat dari dosa – dosa besar, mereka yang bertaubat dalam keadaan Iman dan sempat bertaubat dari dosa – dosa besar, maka meraka itu tidak akan menyentuh api Neraka karena kelanjutan dari Hadits ini adalah (di jelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar)
Rasul bertanya kepada para Sahabat, ada kelanjutan riwayat lain :
“apakan kiranya si ibu yang sedang memeluk anaknya itu, mau melemparkan anaknya ke api ?”
Para Sahabat berkata :
Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menjawab :
“Allah lebih menyayangi hamba Nya dari pada ibu itu terhadap anaknya”
Menunjukkan orang yang wafat dengan iman dan sempat bertaubat dari dosa – dosa besar tidak akan di sentuhkan dari pada api neraka oleh Allah subhanahu wata'ala.
Ketika di riwayatkan di dalam riwayat Imam Thabrani dan riwayat lainnya di syarahkan oleh Al Imam Ibn Hajar di cantumkan di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari tentang hadits ini yang terkait dengan hadits ini bahwa Rasul shallallahu 'alaihi wasallam lewat di dekat wanita, seorang wanita ibu – ibu yang berkata (sedang menyalahkan api unggun / kayu bakar sedang dinyalakan)
“Wahai Rasulullah….”
Rasul berkata :
“Labbaik wa sa’daik” iya apa yang bisa aku bantu Kata Rasul
“Apakah betul Allah melempar hambanya seperti aku melempar kayu ini ke kayu bakar????, hambanya yang beriman”
Maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam pun menunduk dan mengalirkan air mata menangis
Seraya bersabda :
“Demi Allah, tiadalah Allah menarukan hambanya di dalam api kecuali mereka yang berat dan malas mengucap Laailahailallah disaat wafatnya”
Hadirin hadirat demikian kelembutan Allah subhanahu wata'ala yang jauh lebih lemah lembut kepada kita dari pada ibunda kita.
Saudara saudariku yang kumuliakan,
jika kita memahami cinta Nya kepada kita, kita akan tenang di dunia dan akhirat, dan akan semakin tenang dengan cinta Rabbul’alamin subhanahu wata'ala,
namun Allah subhanahu wata'ala juga berfirman :

“barang kali kalian menyukai sesuatu tapi itu sebenarnya adalah buruk bagi kalian, barang kali kalian membenci sesuatu tapi itu baik bagi kalian, Allah Maha Mengetahui dan kalian tidak mengetahui”
Saudara saudariku yang ku muliakan,
Oleh sebab itu jangan buru – buru memvonis Allah subhanahu wata'ala dalam segala kejadian yang terjadi pada diri kita, saya mencari pekerjaan tidak dapat – dapat, sudah do’a sudah shalat Tahajjud, orang lain tidak shalat, tidak beriman malah cepat dapat pekerjaan, barang kali satu dua tahun, atau satu dua bulan penundaan akan membuat Allah melimpahkan yang jauh lebih luas di masa mendatang padamu, jangan sempat kita terjebak kejadian saat ini, karena kita tidak tau kejadian di hari esok.
Saudara saudariku yang kumuliakan,
Di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari jika salah seorang bersedekah, ia mengumpulkan uang dan ingin mendapatkan Sedekah yang “shadaqah sirr” pahala Sedekah secara sembunyi – sembunyi, tidak di ketahui orang lain, ia pun mengumpulkan uang, lalu malam – malam ia menutup wajahnya dengan kain dia mencari orang yang berhak.
Lalu ia lihat ada seorang yang termenung di malam hari, diam saja, duduk saja, tidak bicara, tidak apa duduk saja di pinggir jalan,
“ini orang yang tidak mampu, tengah malam masih belum tidur, masih duduk di sini”
maka di lemparkannya uang itu pada orang itu dan ia pun pergi melarikan diri supaya orangnya tidak tau dia yang memberi, maka keesokan harinya dia sudah gembira, sudah sedekah dengan sedekah sembunyi – sembunyi, esok harinya dapat kabar gempar kampung karena seorang pencuri dapat harta di beri orang yang tidak di kenal, dia berkata :
Wahai Allah Bagi Mu segala puji, aku mau sedekah sembunyi – sembunyi, ternyata yang ku beri pencuri, pencuri sedang menunggu kesempatan untuk mencuri, menanti waktu untuk mencuri, di kira dia seorang Fuqara padahal ia pencuri,
ia berkata “berarti aku tidak akan berhenti, aku akan lanjut lagi”
ia pun mengumpulkan uang lagi, sudah terkumpul ia keluar lagi di malam hari.
Lantas ia melihat seorang tua renta, yang berjalan tertatih – tatih dengan tongkatnya, pelan – pelan jalannya tidak ada yang menemaninya, tidak ada yang mendampinginya,
“ini pasti orang susah”
dia lemparkan uang itu dalam sebuah kantong kepada orang tua itu dan dia pun lari pergi, keesokan harinya gempar orang terkaya di kampung itu, yang paling kikir dapat sedekah sembunyi – sembunyi semalam, maka ia pun berkata :
Wahai Allah Bagi Mu segala puji, aku jadi memberi orang yang paling kaya, yang paling kikir, tidak berguna sedekahku, yang pertama di berikan pada pencuri yang ke dua ternyata salah beri juga, di berikan kepada orang yang kaya dan paling kikir.
Lantas dia tidak kapok, tapi ketiga kalinya dia berbuat dia mencari wanita saja, dia lihat
“nah ini wanita sedang duduk”
maka di berikan padanya harta itu dan keesokan harinya, gempar lagi kampung itu, seorang pelacur mendapatkan sedekah yang sembunyi – sembunyi, ia katakan
“Yaa Rabb cukup 3 kali”
Wahai Allah sudah cukup ini, pencuri yang kuberi, yang kedua orang kaya paling kikir yang ketiga pelacur, sudah aku tidak mau bersedekah lagi.
Maka Allah subhanahu wata'ala tunjukan beberapa tahun kemudian, bahwa Allah subhanahu wata'ala membukakan kemuliaan dari uang halal yang ia berikan itu jauh lebih dari pada maksud yang dia kehendaki, ia inginkan beri kepada orang Fuqara tapi Allah sampaikan uang Nya pada pencuri, pencuri biasa makan uang haram apakah ia terus mencuri, malam itu pencuri itu dapat uang halal darinya, karena ia ingin sedekah sembunyi – sembunyi, hati – hati hadirin hadirat karena harta yang haram itu mempengaruhi tubuh kita, harta yang halal juga mempengaruhi, kalau harta yang halal mempengaruhi kita untuk ingin beribadah, maka pencuri itu mendapatkan itu dia bersyukur,
“Subhanallah, aku selama ini terus menerus mencuri sekarang Allah beri”
ia pun Taubat, tidak lama orang ini yang penyedekah pertama setelah sekian tahun dia dengar kabar ada seorang wali Allah yang wafat maka ia mendatangi jenazahnya,
“ini kalau tidak salah ini yang dulu ku beri, dulu pencuri” dia berkata “ini orang asal muasalnya dimana”
“dulu pencuri dia, gara – gara ia dapat uang di tengah malam, di beri oleh seorang penyedekah yang tidak ia kenal dia Taubat sampai dia menjadi Wali Allah subhanahu wata'ala”,
dia berkata “Subhanallah” Allah disampaikan derajatnya menjadi Wali Allah dari harta orang ini karena sedekahnya sembunyi – sembunyi dan ikhlas niatnya walaupun nyampainya kepada pencuri.
Yang kedua maka dia pun berkata,
“Wahai Allah, selesai janjiku dari yang pertama yaitu pencuri lalu bagaimana dengan orang tua yang kikir”
orang tua yang kikir itu tidak berapa lama ia membangun suatu rumah untuk Sedekah untuk yatim dan anak – anak miskin dan Fuqara, Kenapa ? karena ia jadi Taubat
Ia ingat “aku ini orang kaya disedekahi orang, karna apa ? karena aku kikir”
akhirnya ia pun bertaubat kepada Allah, ia bangun rumah Sedekah ia wakafkan, pahalanya orang ini dapat pada penyedekah pertama, demikian Dahsyatnya rahasia kemuliannya, dan ia pun berkata “Allah aku memahami yang ke dua, lalu bagaimana dengan yang ketiga”
Tidak ada jawaban, sudah hampir 30 tahun, lalu ia mendengar dua orang ulama, adik kakak, dua – duanya ulama yang Shaleh, dua – duanya pemuda, maka ia berkata
“aduh aku ingin kenal dengan dua pemuda ini”
sulit di jumpai, di ikuti muridnya, untuk berjumpa sulit, hebat sekali ini adik kakak ini, dua – duanya ulama, dua – duanya Shaleh, dua – duanya berhasil dan sukses, maka ia Tanya
“ini asal muasalnya anak ini ulama ini dari mana ? dua pemuda ini”
“ini dulu ibunya pelacur tapi gara – gara di beri sedekah oleh seorang yang sedekah sembunyi – sembunyi, Taubat lantas kemudian dia pakai uang itu untuk menyekolahkan dua anaknya ini untuk menjadi ulama, sampai menjadi ulama besar”
Hadirin hadirat maka orang ini sujud kepada Allah,
Rabbiy Kau tidak kecewakan hamba – hamba Mu, demikian kasih sayang Ilahi subhanahu wata'ala, ribuan orang yang bertaubat dari kedua anak itu mendapatkan pahalanya kepada si pemberi yang pertama, walaupun awalnya terlihat buruk namun akhirnya tapi Allah buat sedemikian indah.
Hadirin hadirat kita kembali kepada Hadits Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang tadi kita baca :

قال رسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي (صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw : “Shalatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku melakukan shalat” (Shahih Bukhari)
Apa makna dari hadits ini ?
Sebenarnya hadits ini sering di bahas banyak oleh para ulama kita dan juga mereka banyak yang bertentangan di dalam permasalahan akidah dengan kita, hingga mereka mengakatakan
“jangan kamu shalat kalau kamu, kecuali kamu tau hadits – hadits shahihnya”
hal itu betul, namun tentunya kita mempunyai guru dan kita mempunya Madzhab, dan imam madzhab dari guru lebih berhak di panut dari pada melihat hanya dari buku atau dari internet saja, orang yang berguru tidak kepada guru tapi kepada buku saja maka ia tidak akan menemui kesalahannya karena buku tidak bisa menegur tapi kalau guru bisa menegur jika ia salah atau jika ia tak faham ia bisa bertanya, tapi kalau buku jika ia tak faham ia hanya terikat dengan pemahaman dirinya, maka oleh sebab itu jadi tidak boleh baca dari buku, tentunya boleh baca buku apa saja boleh, namun kita harus mempunyai satu guru yang kita bisa tanya jika kita mendapatkan masalah.
ini di Jakarta banyak kalau di Jakarta ustadz dan guru dalam tajwid, tauhid, fiqih, syariah, tasawwuf dan lainnya Jakarta penuh Alhamdulillah dengan ulama, namun saudara saudari kita yang diluar negri, diluar kota yang juga menyaksikan acara ini di streaming website siaran langsung www.majelisrasulullah.org barangkali sebagian diantaranya yang sulit menemui guru maka carilah guru walaupun diluar kota wilayahmu, paling tidak jumpai sebulan sekali, dua minggu sekali, tiga bulan sekali ada masalah – masalah tanyakan yang kau bacakan dari buku – buku yang kau tidak ngerti tanyakan, kalau tidak jumpa maka lewat telepon, lewat sms, lewat email gunakan itu semua untuk perantara agar kita tidak putus hubungan kita dengan Allah subhanahu wata'ala.
Karena hadits ini Rasul shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan :
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalat sebagaimana kalian lihat aku shalat bukan shalat seperti shalatku”
Kalau shalat seperti shalatku tidak ada satu pun yang mampu karena apa shalat seperti Rasul shallallahu 'alaihi wasallam tentunya siapa yang mampu karena manusia tentunya terbatas ia kalau jasad gerakannya bisa kita ikuti seperti gerakan perbuatannya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam apakah Rasul shallallahu 'alaihi wasallam shalat hanya dengan jasad? tentunya shalat ada hakikatnya dan ada dhahirnya, dhahirnya jasadnya, bathinnya adalah ruh dan sanubarinya tentunya ikut shalat.
Namun ketika Rasul shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”
maka shalatlah kalian semampu kalian untuk membenahi gerak geriknya seperti yang dilakukan oleh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, ada yang rukunnya ada yang sunnahnya ada yang sunnah muakkadah nya, hal seperti itu meski kita ketahui kemudian melangkah menuju kedalaman makna hakikatnya yaitu rahasia hati dan ruh yang turut shalat bersama shalat kita, hati dan ruh kalau sudah ikut shalat dengan jasad kita maka jasad selesai shalat hati dan ruhnya tidak keluar dari shalatnya, karena terus dekat dengan Allah subhanahu wata'ala.
Di jelaskan oleh para imam kita para salafus shaleh ketika ditanyakan apakah hati itu ada bersujud kepada Allah subhanahu wata'ala, apakah hati itu bersujud kepada Allah subhanahu wata'ala, maksudnya disaat hati itu tunduk 100% kepada Allah maka menjawablah gurunya,
“hati itu jika sudah sujud tidak akan pernah lagi mengangkat berdiri dari sujudnya”
beda dengan jasad, kalau jasad ada lelahnya kalau hati sudah kenal sujud pada Allah tidak akan mau lagi berubah posisi untuk kecuali terus sujud dan tunduk kepada Allah dengan makna sujud disini bukan sujud dengan gerakan, maksudnya sujud itu hatinya tapi hatinya tunduk kepada Allah subhanahu wata'ala, kalau sudah hatinya tunduk pada Allah subhanahu wata'ala ia akan terus ketagihan dan tidak mau lagi untuk mengenal daripada rahasia kelembutan yang selain dari Allah subhanahu wata'ala, sudah asyik dengan Allah subhanahu wata'ala akan terus sujud kepada Allah subhanahu wata'ala merendahkan diri kepada Allah subhanahu wata'ala ia sudah menikmati samuderanya didalam merendahkan diri dihadirat penciptanya, ia sudah rasakan lezatnya, ia tidak merasakan lezat dengan mahkluk – mahkluk Nya. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Inilah yang ingin saya sampaikan dari pensyarahan hadits ini bahwa kalau secara jasadiyah kita punya banyak guru dan pengetahuan ada buku tuntunan shalat juga ada itu sudah cukup didalam dasar – dasar shalat kita yang benar rukun shalatnya, syarat sah nya dan yang lainnya itu sudah ada rukun wudhu dalam buku tuntunan shalat itu tidak cukup untuk dasar untuk selanjutnya ada guru yang bisa ditanyakan tapi yang perlu kita tekankan dalam majelis ini adalah yang jarang diperhatikan orang adalah shalat hati dan ruhnya untuk di ikut sertakan disaat kita shalat, disaat kita shalat hati dan ruh kita ikut shalat, jangan sampai hati dan ruh kita diluar shalat saat kita shalat layaknya selesai shalat jasad kita, hati dan ruh kita tetap shalat kepada Allah subhanahu wata'ala namun malah kita sebaliknya jasad kita shalat ruh dan hati kita pun tidak shalat kepada Allah subhanahu wata'ala, orang yang shalat hati dan ruhnya kepada Allah subhanahu wata'ala ia terbuka baginya rahasia kemuliaan shalat ia sedang berhadapan dengan Rabbul alamin ketika ia takbiratul ihram “Allahu Akbar” ia sudah berada di hadirat Allah subhanahu wata'ala dengan ruh dan sanubarinya walau jasadnya hanya menghadap kiblat saja, jasadnya bergerak dengan ucapan dan dzikir dan doa yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang itu didalami oleh ruh dan sanubarinya setiap kalimat huruf dan ucapannya sehingga ia mencapai rahasia – rahasia keluhuran yang terus semakin luhur
yang ada awalnya tapi tiada pernah ada akhirnya rahasia keluhuran kehidupan yang membuat kita tenang didunia dan di akhirat maka warisilah shalatnya Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Sebagaimana sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam :
“shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”
kita mempunyai sanad dari hadits ini, sanad yang bersambung pada Sayyidina Ali bin Abi Thalib k.w pria pertama, pemuda pertama yang melihat shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mulai melakukan shalat sebelum beliau hijrah, Rasul shallallahu 'alaihi wasallam melakukan Shalat yang pertama kali melihatnya Sayyidatuna Khadijah radhiyallahu'anhum istrinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
“ini Rasul berbuat seperti ini, aneh bergerak seperti ini, ada apa ini suami ku berbuat seperti ini”
yang kedua yang melihatnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib k.w dan kemudian dilanjutkan para kerabat masuklah islam Sayyidatuna Khadijah dan menyusul Sayyidina Ali lalu menyusul Sayyidina Abu Bakar Asshiddiq radhiyallahu'anhum.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
kita mempunyai sanad tentang hadits :

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
kepada Sayyidina Ali bin abi Thalib dari guru kita, dari guru mulia kita, dari guru beliau sampai kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw yang memandang shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sanad kemuliaan shalat ini saya ijazahkan kepada hadirin hadirat hingga setiap kali shalat kita sudah bersambung sanadnya dengan shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam secara ruhiyah, tinggalah secara sanubarimu dan jasadmu ikuti dan pelajari dan dalami tapi secara ruhiyah shalat kita silsilahnya rantainya sudah bersambung dengan shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”
Sayyidina Ali melihat shalat beliau para sahabat melihat lalu para tabi’iin melihat shalatnya Sayyidina Ali, shalatnya para sahabat demikian para tabi’ tabi’iin demikian selanjutnya sampai saat ini melihat gurunya melakukan shalat, seperti itu shalatnya, seperti itu rukunya, seperti itu sujudnya dan gurunya melihat gurunya demikian sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
“Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat”
Sanadnya sampai kepada kita, apa itu sanad?
Sanad adalah silsilah atau rantai yang menyambungkan kita dengan yang sebelum kita, hubungan, sanad adalah hubungan kalau secara bahasa sanad adalah sesuatu yang terkait kepada sesuatu yang lain atau sesuatu yang bertumpu pada sesuatu yang lain, tapi didalam maknanya ini secara istilahi adalah bersambungnya ikatan bathin kita, bersambungnya ikatan perkenalan kita dengan orang lain, sebagian besar adalah guru-guru kita yaitu orang yang dijadikan guru sanadnya atau hadits, sanad hadits misalnya mengambil dari fulan, dari fulan, dari fulan itu salah satu contoh sanad dan sanad kita sanad keguruan dari guru saya, guru saya dari gurunya, dari gurunya, dari gurunya, sampai Rasul shallallahu 'alaihi wasallam atau dari saya bermadzhabkan syafi’i karena guru saya bermadzhab syafi’i, saya ikut guru saya, guru saya ikut guru nya mahdzabnya syafi’i terus sampai ke imam syafi’i itu sanad namanya.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Itu hubungan ruh, hubungan sanubari kalau hubungan jasad bersalaman selesai itu lepas, tapi hubungan ruh bersalaman kalau sudah berpadu ruh akan bersama didunia dan diakhirat. Demikian sabda Rasul shallallahu 'alaihi wasallam :
Demikian Shahih bukhari
“Ruh adalah pasukan, bagaikan pasukan yang berkelompok – kelompok, jika sudah saling berkenalan, saling menyayangi menyukai, maka ruhnya pun bersama, jika sudah saling berselisih maka ruhnya pun berpisah” nah yang bersama ini akan bersama lagi di hari kiamat, yang berpisah disini akan berpisah lagi di hari kiamat kelak, nah… sanad dan ijazah silsilah ini menyambungkan kita kepada guru – guru kita yang terdahulu supaya kita bersama mereka walaupun tidak sehidup sezaman dengan para imam - imam dan dengan para sahabat dan dengan Rasul shallallahu 'alaihi wasallam tapi ruh kita, kita sambungkan dengan mencintai mereka dengan mengikat sanad ini kepada mereka sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, hingga kita tidak berpisah dengan beliau di akhirat nanti.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian banyak rahasia keluhuran yang dilimpahkan Allah subhanahu wata'ala didalam shalat dan rahasia kemuliaan shalat itu muncul dibulan rajab ini awal muasalnya untuk kita yaitu dimalam isra’ wal mi’raj beberapa malam yang akan datang, dan insya Allah berkumpul di monas dalam perayaan isra’ wal mi’raj Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dimalam naiknya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam kehadiratullah dimalam itu kita berdzikir dengan ya Allah 1000 kali untuk memanggil Nama Rabbul’alamin, kenapa harus banyak – banyak ?
karena Allah berfirman :
“ingatlah kalian kepadaku maka aku akan ingat kepada kalian”
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
“Perbanyaklah dzikir kepada Ku, perbanyaklah menyebut Nama Ku”
Demikian Allah subhanahu wata'ala memerintahkan kita dan semakin kita banyak menyebut Nama Allah maka kita semakin dekat kepada Allah, maka kita menyebutnya, berdzikir sebanyak 1000 kali bersama – sama dalam dzikir agung tepat dimalam 27 rajab dimalam mi’rajnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menghadap Allah subhanahu wata'ala.
Kita berniat di malam itu kita juga dibagikan rahasia kemuliaan yang Allah tumpahkan pada Nabi dan para auliya dan shalihin dan shadiqin dari rahasia kemuliaan yang Allah limpah ruahkan dimalam mi’raj kita juga kebagian karena berdzikir kepada Allah.
Jakarta adalah ibu kota Negara muslimin terbesar didunia, Indonesia adalah Negeri muslimin terbesar didunia dan Jakarta adalah ibu kotanya dan Monas adalah jantungnya ibu kota, pertengahannya ibu kota ini dan ditempat itu kita berkumpul Alhamdulillah jika satu, dua orang, tapi Alhamdulillah semoga diatas satu juta yang berkumpul, jantung ibu kota Negara muslimin terbesar dimuka bumi berdzikir dengan dzikir Yaa Allahu Yaa Allah 1000 kali semoga cahaya dzikir itu membias kepada sisa kehidupan kita didunia dan diakhirat, selalu dalam keluhuran dan semoga cahayanya juga membias menerangi sekitar khususnya ibu kota dan juga bangsa kita dan seluruh barat dan timur yang kesemuanya berada didalam satu rantai dengan kita karena bersama sama muslimin muslimat dan ini negeri muslim terbesar didunia dan inilah ibu kotanya dan inilah jantung ibu kotanya yaitu Monas nanti tanggal 9 juli malam sabtu depan.
Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiyah ada dua hal yang ingin saya sampaikan :
Yang pertama adalah para saudara saudari yang ingin menjadi panitia atau crew di acara event besar daftarkan dirinya ke ustadz syukran atau ustadz Muhammad Qalby atau saudari aisyah najmatunnisa atau saudari maya untuk kaum wanita karena apa ? karena kita kekurangan crew, terus terang saja kita kekurangan crew untuk event besar kalau untuk event acara setiap malam sudah cukup tapi untuk event besar crew kita 360 orang, 1 juta yang mau diatur gimana caranya, kalau 500.00, 600.00, 100.000 juga tidak keatur 360 orang tapi Alhamdulillah acara aman, tertib dan terkendali, Alhamdulillah dengan keberkahan sakinah dari Allah subhanahu wata'ala, jadi kita kekurangan crew hadirin hadirat yang punya waktu itu tugasnya tidak panjang – panjang dari kira kira 2, 3 jam sebelum acara sampai kira kira 2, 3 jam selepas acara selesai setelah itu cuman ada pertemuan barang kali nanti malam kamis atau malam rabu di atur sama ustad syukron ada pertemuan nanti dengan saya crew yang mendaftarkan diri mudah mudahan bisa menjadi terlibat didalam pembenahan acara agung ini, supaya lebih aman, lebih tertib, dan lebih terkendali demikian yang pertama yang mau jadi crew rijal dan nisa, kaum wanita dan kaum pria.
Yang kedua pengumuman bahwa saya masih hidup ini saudara saudariku diluar menyebar omongan sms Habib Munzir wafat, insya Allah wafat semua kesusahannya. . . . (amiin)
Hadirin hadirat muncul orang yang iseng tapi akhirnya nyebar, nyebarnya sudah sampai kemana mana, saya dengar ustad Yusuf Mansyur sudah shalat ghaib di bandung, juga di banyuwangi sudah banyak yang shalat ghaib untuk saya, pengumuman saya masih hidup Alhamdulillah hadirin hadirat yang dimuliakan Allah saya bicara sampaikan kalau ada yang mengatakan saya wafat Alhamdulillah saya lihat sendiri Habib Munzir masih hidup juga yang di internet ini bukan siaran rekaman, ini siaran langsung lihat yang di Kuala lumpur, yang di jawa timur, yang di Banjarmasin yang dimana semuanya lihat saya sehat wal’afiat Alhamdulillah, malam selasa kemarin hanya sedikit demam, meriang dan lain sebagainya tapi malam ini dah sembuh, siap insya Allah untuk menjalankan tugas kita masing – masing membenahi bumi Jakarta menjadi kota Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kota kedamaian, kota dzikir, kota aman, kota tenang bukan kota narkoba, bukan kota miras, bukan kota zina, bukan kota kesulitan tapi kota dzikir, kota yang tenang dengan kedamaian amin Allahuma amiin.
Jadi pengumuman ini disampaikan saya maafkan orang yang melakukan itu dah biasa ini kalau mau ada event – event acara besar pasti ada fitnah aja bukan pasti lebih sering ada fitnah, ntar dibilang munzir gulam ahmad, dibilang pimpinan musyrik, dibilang majelis murtad, macam - macam cara mengucapkan fitnah itu hanya sekedar untuk menggagalkan event – event acara besar kita menggoyang hati jamaah, ini tidak mau tau dibilang sudah wafat orangnya, sudah pada shalat jenazah sebagian shalat ghaib.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka cara – cara seperti ini mungkin bisa berhasil kepada orang – orang yang niatnya tidak baik tapi kalau seandainya untuk niat yang baik Allah sudah janji :
“sungguh hamba – hamba Ku yang betul – betul ingin dekat pada Ku dan ikhlas dalam niatnya kau tidak punya kekuatan pada mereka wahai syaithan” kata Allah subhanahu wata'ala,
maka perbuatan mereka slalu membuat majunya Majelis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, makin banyak yang fitnah, makin maju Majelis Rasul shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat,
bukan saya mengharapkan banyak yang fitnah, namun bagi para pemfitnah perbuatan kalian justru membuat perjuangan dakwah kami semakin maju bukan semakin mundur demi kemuliaan Allah subhanahu wata'ala yang berfirman :
“jika kalian menolong Allah, Allah akan menolong kalian dan menguatkan langkah kalian”
niat kita ikhlas untuk membangun generasi muda kita kembali pada keluhuran, dan kemuliaan maka Allah subhanahu wata'ala yang akan membantunya langsung dan menguatkan langkah kita.
Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita doakan para pendukung dakwah kita untuk diberi kemudahan oleh Allah subhanahu wata'ala.
Bapak Joni disini semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah dan Rahmat para Habaib minal akramin semuanya dan juga Bapak komesaris besar Bapak Purwolelono beliau ini bareskrim mabes polri memberantas korupsi jadi banyak musuhnya, banyak yang tidak suka semoga Allah singkirkan segala kesulitannya, segala permasalahannya kalau sudah jujur banyak musuhnya, banyak yang tidak suka banyak yang fitnah dan lain sebagainnya, Allah cabut seluruh kesulitannya Allah gantikan dengan kemudahan amiin Allahuma Amiiin agar bisa terus tenang konsentrasi dalam tugasnya dan dalam perjuangannya bersama kita mensukseskan gerakan dakwah kedamaian ini.
Demikian hadirin hadirat yang saya sampaikan salam untuk semua saudara saudari ku ini serius ni masalah karena sudah masuk lebih 2000 sms ke contact person yang menelpon dan menanyakan ada yang nangis tentang kemangkatan saya katanya, ada yang shalat ghaib nanti saya mau tegur ustad yusuf mansyur kok sembarangan shalat ghaib saja tidak pake telepon tidak pake apa sembarangan shalat ghaib di bandung, ada – ada aja ustad Yusuf nih karena sering sms an dengan saya tapi barangkali saya ganti nomer beliau tidak tau nomer saya yang baru udah shalat ghaib disana belum jelas kabar muncul itu Subhanallah, dibanyuwangi udah shalat ghaib, kan lucu, jadi nanti kalau saya mau wafat saya kabari dulu supaya ada pengumuman.
Selepas ini kita baca qasidah penutup mengingat perjuangan dakwah Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan setelah itu baru doa penutup dan kalimat talqin,
demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, sampaikan pada teman – teman mu tenang aja semoga kita semua panjang umur, semua dilimpahi keberkahan, semua dilimpahi kedamaian, semua dilimpahi kemakmuran, semakin hari semakin indah, hidup kita indah, wafat kita indah, bangkit kita di yaumil qiyamah juga indah, kita berdzikir memanggil Nama Allah subhanahu wata'ala yang Maha luhur, bermunajat demi kesuksesan seluruh hajat kita dunia dan akhirat, dan kesuksesan acara kita tanggal 9 juli.
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله... لاَإلهَ إلَّاالله... لاَإلهَ إلَّاالله...
Seluruh hajatmu, seluruh niatmu, tenggelamkan dalam keagungan لاَإلهَ إلَّاالله
لاَإلهَ إلَّاالله... لاَإلهَ إلَّاالله... لاَإلهَ إلَّاالله... لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ


Adsense Indonesia
Baca Selengkapnya...

Dua Kenikmatan Yang Sering Dilupakan

قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw :
“dua kenikmatan yg sering dilupakan banyak orang, kesehatan dan kelowongan waktu” (Shahih Bukhari)



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang sama – sama kita muliakan Guru kita yang kita cintai fadhilatul sayyid ad da’i ilallah Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Athas matta’Anallahu bihi, para ulama, para kyai, dan para tokoh masyarakat yang hadir, para sesepuh.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Limpahan puji kehadirat Allah, Maha Raja Tunggal dan Maha Abadi, Yang Maha Melimpahkan Rahmat dengan Kemuliaan-Nya sepanjang waktu dan zaman. Yang di malam mulia ini, di malam 25 Ramadhan, yang padanya terdapat sedemikian banyak hujan cahaya Rahmat Illahi, menghujani umat Nabi Muhammad Saw dengan tawaran – tawaran Illahi yang disampaikan kepada utusan Allah yang paling suci, Sayyidina Muhammad Saw.
“Taharraw lailatalqadri fil witri min al’asyril awakhiri min ramadhan”. Demikian riwayat Shahihain Bukhari dan Muslim. “Temuilah kemuliaan malam lailatulqadr di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, di malam ganjil”. Dan hadits lainnya “temuilah kemuliaan lailatulqadr di 7 malam terakhir, di malam ganjil di bulan Ramadhan”. Semoga malam ini, malam kemuliaan bagiku dan kalian dilimpahi cahaya kemuliaan lailatulqadr dan segala Anugerah-Nya. Di malam 25 Ramadhan, kita berkumpul di dalam cahaya Anugerah Ilahi, terang – benderang menghujani para tamu-Nya yang berdatangan ke Baitullah, berdatangan ke istana Keridhoan Allah ini dan tiadalah 1 orang tamu yang akan dikecewakan oleh Sang Maha Dermawan terkecuali semua tamu disambut dengan Anugerah Luhur, disambut dengan semulia – mulia Anugerah. Anugerah yang tidak bisa diberikan pada makhluk satu sama lainnya, Anugerah yang hanya dimiliki Allah berupa Anugerah yang kekal dan abadi, Kasih Sayang Allah ditumpah-ruahkan, dihujankan dan dihamparkan kepada para tamu – tamu Allah. Mereka yang berkumpul di dalam dzikir, berkumpul di dalam taklim, dan kemuliaan shalawat dan dzikir dzikir Nabawiy, semoga aku dan kalian selalu di dalam Kasih Sayang Rahmat Allah yang abadi dhahiran wa bathinan, dunia dan akhirat.
Hadirin – hadirat, Sang Nabi Saw bersabda “matsalulladzii yadzkurullah walladzii laa yadzkurullah matsalul-hayyi wal-mayyiti”, demikian diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari. “Perumpamaan orang – orang yang bedzikir mengingat Allah dengan orang yang tidak pernah mengingat Allah, bagaikan perumpamaan yang hidup dan yang mati”. Jiwanya padam dari Keluhuran Ilahi, ia makan dan minum melewati hari – harinya dan lepas dari Anugerah yang abadi. Di hadapan manusia, ia hidup, berbicara dan berbuat. Namun di hadapan Allah, tiada bedanya dengan yang mati, karena ia tidak mau mengingat Allah.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Beruntunglah kita yang hadir di majelis agung ini, semoga selalu dalam kemuliaan dzikir sepanjang hidup kita. Dalam pekerjaan, dalam aktifitas, dalam rumah tangga, dalam siang dan malam, semoga jiwa kita selalu diingatkan Allah dan digetarkan Allah pada Cahaya Kemuliaan Nama-Nya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itu di malam – malam terakhir ini khususnya, perbanyaklah dzikir dengan menyempurnakan shalat fardhu kita semampunya, dengan memperbanyak dan menambah khusyu’nya semampunya, menyempurnakan shalat tarawih semampunya, memperbanyak bacaan Alqur’an semampunya, meninggalkan segala dosa semampunya, melaksanakan hal – hal yang mulia semampunya. Sungguh teriwayatkan di dalam Shahih Muslim, ketika turunnya firman Allah Swt “Lillahi maa fissamaawaati wamaa fil ardh, wa in-tubduu maa fii anfusikum awtukhfuuhu yuhaasibkum bihillah, fayaghfiru liman yasyaa’ wa yu’addzibu man yasyaa, wallahu ‘alaa kulli syaiin qadiir”
Milik Allah seluruh langit dan bumi. Dan Allah Swt mengetahui semua apa yang tersembunyi dan semua yang terlihat. Semua perbuatan kita yang terlihat oleh makhluk atau perbuatan kita yang disembunyikan berupa dosa dan pahala, Allah Maha Melihatnya dan tiada yang tersembunyi bagi Allah. Maka Allah akan menghisab kalian, QS. Al Baqarah : 284). Demikian firman Allah Swt dan Mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan akan menurunkan siksa bagi yang dikehendaki-Nya.
Ketika ayat ini turun, berdatangan para sahabat kehadapan Sang Nabi Saw, mereka berlutut dan menangis di hadapan Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, Allah sudah perintahkan shalat, puasa, zakat dan apa semampu kami, namun sekarang datang firman Allah, kami akan dihisab, bagaimana ini sungguh sangat berat?”, maka Nabi Saw bersabda sebagaimana riwayat Shahih Muslim “apakah kalian akan berkata sebagaimana orang – orang yahudi yang ketika diperintah mereka berkata “sami’na wa ashaynaa faquuluu sami’na wa atha’naa”.
Kalian ini jangan seperti orang yahudi, kata Rasul saw. Kenapa? Orang yahudi ketika diperintah Allah, ia berkata “kami dengar tapi kami tidak mau taat, katakan kami dengar dan kami taat”. Maka para sahabat menunduk, menghentikan tangisnya seraya berkata “sami’na wa atha’naa” kami dengar dan kami taat.
Demikian indahnya iman para sahabat radhiyallahu anhum. Dalam keadaan sunyi senyap, ketika para sahabat mengalah dan menerima apapun yang sangat berat yang mereka keluhkan pada Sang Nabi Saw, maka turunlah ayat “aamanarrasuulu bimaa unzila ilaihi min rabbihii wal mu’minuna kullu aamana billahi wa malaikatihii wa kutubihii wa rasulihii laa nufarriqu baina ahadin min rusulihii wa qaluu sami’na wa athanaa ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir, laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maaktasabat..” sampai akhir ayat. Demikian indahnya Allah Swt.
Setelah mereka mengadu pada Sang Nabi saw, mereka tidak mampu jika harus melewati hisab setelah mereka berjuang dengan apa – apa yang mereka mampu. Lalu bagaimana dengan hisab dari apa – apa yang mereka tidak mampu? Allah menjawab “Allah tidak memaksa lebih dari kemampuan kalian”, mereka berkata “sami’na wa athanaa ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir” kami dengar dan kami taat, pengampunan-Mu dan kepada-Mu kami akan kembali dan Allah tidak memaksa seseorang lebih dari kemampuannya. Demikian indahnya Allah.
Sekedar kemampuanmu, berbuatlah dan Allah tidak akan menghisab dengan yang lebih dari itu. Allah akan menghisab jika kita mampu tapi kita tidak melakukannya, itu yang akan dihisab oleh Allah Swt.
Bagaimana dengan hal – hal yang kita mampu dan kita masih melakukannya? Allah masih mengajarkan doa “rabbana laa tu-akhidznaa in-nasiinaa aw-akhthanaa” Wahai Allah ampuni kami, jika kami salah dan kami lupa. Allah yang ajarkan. Kalau bahasa logika kita, enak sekali sudah berbuat salah lalu minta pengampunan dosa? Allah yang ajari untuk memberi pengampunan-Nya kepada semua pendosa.
Mintalah kepada-Ku, “rabbana walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahu ‘alalladziina min qablinaa” jangan bebani kami seperti umat – umat yang terdahulu beban yang berat, beri kami beban yang lebih ringan.
Memangnya boleh seperti itu? minta beban yang lebih ringan?. (sungguh telah) Diajari oleh Allah, agar kau mendapat beban hidup yang lebih ringan. Minta kepada Allah, “Rabbiy di zaman para sahabat bebannya berat sekali, aku tidak mampu berbuat seperti mereka”. Allah sudah ajari agar jangan dibebani umat seperti beban yang berat tapi beri kemuliaannya.
“Walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi” jangan bebani kami dari apa – apa yang kami tidak mampu.“Wa’fu ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta mawlaanaa fanshurnaa ‘alal qaumilkafiriin” kasih sayangilah kami, maafkanlah kami, dan tolonglah kami dari orang – orang non muslim yang memusuhi kami.
Tolong agar mereka diberi hidayah, tolong agar mereka yang memusuhi diberi hidayah dan jika mereka memerangi, tolong diberi pertolongan agar kita menang. Demikian indahnya doa yang diajarkan oleh Allah Swt kepadaku dan kalian dan seluruh umat ini.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Rasul Saw bersabda “wallahi inniy la-astaghfirullah wa atubuilaihi fil yaumi aktsara min sab’ina marrah”.
Demikian riwayat Imam Bukhari didalam musnidnya. “Demi Allah, bahwa aku ini bertaubat dan beristighfar kepada Allah setiap hari lebih dari 70X”. Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari mensyarahkan makna hadits ini dengan syarah yang panjang, namun ringkasnya adalah Rasul Saw adalah orang yang paling mulia dan ma’shum. Bagaimana beliau bertaubat dan beristighfar atas apa? karena tidak ada dosanya. Maka dua pendapat yang paling kuat dikatakan oleh Al Imam Ibn Hajar, yang pertama adalah Rasul Saw beristighfar dari kemuliaan – kemuliaan yang lewat dari hari – harinya yang belum sempat beliau laksanakan.
Pendapat yang kedua adalah beliau beristighfar untuk seluruh umatnya, karena Rasul saw kalau berdoa tidak pernah untuk dirinya tapi selalu menyertakan umatnya. Beliau beristighfar dan bertaubat untuk umatnya pula, karena didalam riwayat yang tsigah didatangkan kepadaku amal – amal pahala kalian umatku setelah aku wafat dan apabila amal kalian baik, aku memuji Allah dan bila amal kalian buruk, aku beristighfar untuk kalian.
Inilah Sayyidina Nabi Muhammad Saw yang sudah diperintahkan Allah Swt, “fa’lam annnahu Laa ilaaha illallah, wastaghfir lizanbika walil mukminina wal mukminat” Allah sudah perintahkan kepada Nabi saw untuk beristighfar kepada mukminin dan mukminat, maka Rasul saw beristighfar lebih dari 70X dan bertaubat setiap harinya. Kalau yang tidak pernah berdosa saja seperti ini, bagaimana aku dan kalian?.
Hadirin – hadirat, taubat itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Taubat itu adalah menyesali dosa kita dan berniat ingin meninggalkan apa yang telah kita perbuat dari dosa. Jika nanti berbuat lagi jangan difikirkan, itu adalah hari esokmu. Yang penting adalah dosamu yang lalu dan saat ini.
Bagaimana niatnya? Bila kau berniat “Rabbiy..Rabbiy.. (tuhanku.. tuhanku..) aku ini ingin meninggalkan dosa – dosaku dengan kesungguhan”, dan niat itu adalah taubat. Itu kemuliaan taubat tumpah padamu dan cinta-Nya Allah sangat memanjakan mereka – mereka yang bertaubat.
Hadirin – hadirat, semoga aku dan kalian di malam hari ini, di detik agung ini, di malam mulia ini, di majelis mulia ini, semua diterangi dengan cahaya kemuliaan taubat. Kita menyesal dan tidak senang dengan semua dosa yang pernah kita lakukan, semoga Allah beri kekuatan di hari esok untuk memberikan kekuatan bagi kita meninggalkan dosa – dosa kita.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Sebagian di hatinya berkata “aku ini terjebak dosa karena urusan – urusan nafkah” atau urusan lainnya, maka minta kepada Allah kemudahannya agar kau bisa lepas dari dosa itu. Kalau masalah nafkahnya membawa dosa, minta kepada Allah, berikan jalan padaku yang mudah agar mendapatkan nafkah yang lebih baik, atau dalam pekerjaan atau dalam rumah tangganya atau lainnya, adukan kepada Allah, “Rabbiy aku berbuat seperti ini bukan karena kemauanku tapi terjebak, maka tolonglah dengan kemudahan.
Hadirin – hadirat, Yang Maha Mendengar, mendengar semua getaran jiwamu siang dan malam.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, bagaimana indahnya Allah Swt berbuat kepada hamba – hamba yang dicintai-Nya. Semoga aku dan kalian dicintai Allah siang dan malam dan merindukan Allah, sebagaimana sabda Nabi saw “man ahabba liqa'iy ahbabtu liqa'ah” barangsiapa rindu jumpa dengan-Ku maka Aku pun rindu jumpa dengannya. (Shahih Bukhari), Sebagian orang berfikir kalau rindu jumpa dengan Allah, dirindukan Allah, cepat wafat dong??,
justru tidak, karena Allah Swt Maha Mampu Memanjangkan Usianya didalam kerinduannya kepada Allah agar semakin dahsyat rindunya, agar semakin dilimpahi kebahagiaan di dunianya, agar ia tahu bagaimana Allah memuliakan hamba – hamba yang rindu pada-Nya di dunia dan akhirat, karena Allah-lah Sang Pemilik dunia dan akhirat.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kalau menyambung silaturahmi saja bisa meluaskan rezki kita, sebagaimana sabda Sang Nabi Saw riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda “barangsiapa yang ingin diluaskan rezkinya maka ia menyambung silaturahminya”. Bagaimana orang yang menyambung silaturahmi cinta dengan Allah. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, maka Allah akan luaskan rezkinya dhahiran wa bathinan, dunia wal akhirah. Semoga aku dan kalian di dalam kelompok orang yang rindu dan cinta kepada Allah Swt.
Hadirin – hadirat, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw berjalan bersama para sahabatnya (dalam riwayat yang tsigah) maka lewatlah merangkak seorang bocah kecil menyeberangi jalan maka dalam salah satu riwayat Rasul saw mengambilnya, dalam riwayat lain Sayyidina Umar yang mengambilnya, “apakah bayi ini punya ibu?” maka tak lama keluarlah ibunya dari sebuah kemah dan berkata “ibni..ibni”, (anakku.. anakku..) mengambil anak itu, memeluknya dan menyusuinya. Maka para sahabat menangis melihatnya, Rasul saw bertanya “kenapa kalian menangis?, apa yang membuat kalian menangis?”, para sahabat berkata “kelembutan ibu itu kepada anaknya, kami terharu dan menangis wahai Rasul, betapa cintanya ibu itu kepada anaknya”. Rasul saw bersabda “Inallah arham bi’ibaadihi min hadzihi liwaladihaa” Allah lebih cinta dan sayang kepada hamba-Nya daripada anak ini kepada ibunya, lalu Rasul Saw bertanya apakah mungkin ibu ini melemparkan bayinya ke api?, (para sahabat menjawab) mustahil wahai Rasullulah…!”,. Demikian pula Allah Swt kepada hamba – hambaNya yang dicintai-Nya, akan selalu dibela oleh Allah Swt.
Diriwayatkan di dalam Musnad Imam Ahmad bahwa ketika kejadian seperti ini seorang wanita melihat Rasul saw, ia sedang membenahi kayu dan bara api yang menyala, lalu ia mengangkat bayinya “wahai Rasul aku sungguh tidak akan mungkin melemparkan bayiku ke dalam api, apakah Allah akan melemparkan hamba – hambaNya yang cinta kepada-Nya ke dalam api?”, maka Rasul Saw menutup wajahnya, menunduk dan menangis, seraya berkata : “demi Allah, sungguh Allah tidak akan memberi siksaan dan kehinaan kepada mereka yang mengucap tiada Tuhan selain Allah”. Semakin sempurna kalimat ini di sakaratul maut kita, semakin lepas kita dari siksanya Allah Swt. Sebagaimana sabda Sang Nabi saw riwayat Shahih Bukhari “man qaala lailahailallah khaalishan min qalbihi haramahullahu alannaar” barangsiapa yang mengucap lailahailallah dari dasar hatinya dan ia wafat maka Allah haramkan ia dari api neraka. (Shahih Bukhari)
Hadirin – hadirat, semoga aku dan kalian dalam cahaya keagungan lailahailallah…
Diriwayatkan didalam riwayat yang tsigah (tsiqah : kuat), ketika seorang yang cinta kepada Allah di masa hidupnya tapi ia sudah terlanjur banyak berbuat dhalim kepada orang lain maka ketika didalam sidang akbar ia dihadapkan ke hadapan Allah Swt dan ditimbang amalnya, sebagaimana hadits yang telah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu bahwa disana itu pertimbangan amal, bukan pertimbangan harta dan dinar dan dirham, jadi alat tukarnya pahala dan dosa. Orang yang pernah berbuat dosa dan belum sempat meminta maaf akan diambil pahalanya oleh orang yang pernah ia dhalimi. Kalau pahalanya sudah habis untuk membayar hutang – hutang dosanya pada makhluk, maka masih tersisa hutang – hutang dosa, diambil dosa orang itu ditangguhkan padanya sebesar dosanya. (Shahih Bukhari)
Ketika seorang hamba yang mencintai Allah, berdiri di sidang akbar, ia banyak berbuat dhalim kepada orang dan belum sempat meminta maaf dan memohon ridho, namun Allah tidak membiarkan hamba yang mencintai-Nya ini masuk ke dalam neraka, Allah membelanya. “Hamba-Ku apa yang kau dapat dari mizan (timbangan), bagaimana timbangan amalmu?”, “habis Rabbiy, masih tersisa dosa – dosa orang ini yang ditumpahkan padaku, aku harus masuk neraka untuk menebusnya”. Allah bertanya kepada sang penuntut “engkau pernah didhalimi oleh orang yang cinta kepada-Ku ini?”, “betul wahai Allah”, “kenapa engkau tidak memaafkannya?”, “wahai Allah, kalau aku memaafkannya, aku pasti masuk neraka, karena aku pun mempunyai tunggakan dosa yang banyak. Tidak kumaafkan pun aku masih harus masuk neraka, apalagi kalau aku memaafkannya, makin lama aku di neraka”, maka Allah berkata “lihat ke atas”, lalu ia pun melihat ke atasnya, ia lihat istana cahaya yang megah dan mewah. Bergetar ia melihat istana itu dan berkata “Rabbiy, untuk siapa istana itu?”, Allah berkata “untukmu, kalau kau mau memaafkan hamba-Ku yang Ku-cintai”, Allah tidak mau hamba yang merindukan dan mencintai-Nya menyentuh neraka, Allah tebus dosanya, mudah bagi Allah memberikan surga kepada orang itu. “Ini untukmu kalau kau mau memaafkan hamba-Ku yang Ku-cintai”, “kumaafkan wahai Allah, kumaafkan, aku bebas dari neraka, Alhamdulillah aku mendapat surga yang demikian megahnya”. Maka Allah persilahkan hamba-Nya yang dicintai-Nya masuk ke dalam surga. Semoga Allah Swt menjadikanku dan kalian hamba yang dicintai-Nya dengan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahim.
Hadirin – hadirat, Idul Fitri telah dekat di hadapan kita. Tinggal kurang lebih 4 malam lagi ramadhan, sekitar 4 malam lagi, setelah itu selesai. Bagaimana dengan ramadhan kita yang lalu? Maafkan semua orang – orang yang pernah berbuat salah padamu, jangan jadikan jiwa kita mendendam, karena apa? karena dengan memaafkan dosa orang lain kepada kita, Allah akan pemaaf kepada kita. Jangan maafkan orang itu yang berbuat jahat padamu karena dia. Tapi maafkan karena Allah…., Aku memaafkannya bukan karena dia, tapi karena Allah, aku punya dosa kepada Allah dan punya salah kepada Allah, kalau aku tidak maafkan orang ini, bagaimana? aku malu minta maaf kepada Allah atas dosaku. Tapi sebaliknya, kalau kau melupakan orang yang pernah berbuat jahat padamu, tanpa menunggu ia meminta maaf, kau sudah maafkan atas nama Allah Swt dan dimaafkan. Allah Swt akan malu tidak memaafkan.
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika seorang yang selalu menghutangi orang lain, ia menghutangi harta, dihutangi oleh orang lain. Ia berkata kepada pembantunya “kalau orang yang susah, biar.., biar saja.., jangan ditagih hutangnya”. Di saat hari kiamat, dia ditagih oleh dosa – dosanya, maka Allah berkata “biarkan dia, biarkan, maafkan ia”. Di masa hidupnya ia pemaaf, maka di hari kiamat Allah malu untuk tidak memaafkannya.
Semoga Allah menerangi jiwaku dan jiwa kalian dengan sifat pemaaf. Orang yang dibenci, di fitnah dan di musuhi itu (misalnya aku, misalnya engkau) kita tidak mendendam, kita makin mulia di sisi Allah, dia makin hina disisi Allah. Kita dapat pahala tanpa beramal sudah ada tumpukan pahala karena memaafkan kesalahan orang pada kita. Orang jahat pada kita, dhalim pada kita, kita maafkan, kita makin diangkat oleh Allah dan dilimpahi keberkahan, dia makin hina disisi Allah. Maka apa ruginya kita memaafkan orang lain?, jika dengan itu kita mendapatkan anugerah dari kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, semoga Allah membersihkan jiwa kita dari sifat dendam dan sifat musuh kepada orang lain, terutama saudara – saudari kita muslimin – muslimat.
Sampailah kita kepada hadits mulia yang kita baca bersama – sama tadi. “Ni’mataani maghbubun fihima katsirun minannaas, ashshihatan walfaraaghu” Dua hal kenikmatan yang sering dilupakan oleh orang, kesehatan dan kekosongan waktu. Kesehatan sering dilupakan oleh orang, demikian pula kekosongan waktu. Ini dua kenikmatan besar dari Allah untuk kita mendapatkan kemuliaan, kebahagiaan, kesuksesan, kesejahteraan. Ini anugerah waktu diberi oleh Allah, kesehatan dan kekosongan waktu. Dipakai apa kekosongan waktu kita dan kesehatan kita?. Kalau sudah sakit, hadirin – hadirat sungguh kenikmatannya sehat baru terasa. Barangkali kalian juga sering merasakan sakit.
Saya pernah enam bulan di kursi roda, tidak bisa berdiri. Kata dokter perlu delapan tahun baru bisa berdiri. Tapi Alhamdulillah dengan doa Guru Mulia, beliau mendoakan dan selesai. Tapi enam bulan saya di kursi roda. Itu enam bulan hadirin.., melihat gelas di depan meja, saya tidak bisa berdiri mencapainya. Iri melihat orang yang bisa berjalan. Rabbiy alangkah nikmatnya berjalan... dua meter dihadapanku, aku tidak bisa mengambilnya, tidak bisa turun dari ranjang, harus nunggu ada yang membawakan kursi roda. Gelas di hadapan dua meter tidak bisa meraihnya, haus harus nunggu orang datang. Ini keadaan kenikmatan bagi mereka yang berjalan,terasa sekali nikmatnya. Betapa indahnya mereka bisa berjalan, kesana – kemari, bisa keluar rumah, bisa kemana – mana, Saya duduk di kursi..., Itu hadirin – hadirat, tentunya kita tidak menginginkan datangnya musibah tapi ingatlah kenikmatan dari Allah, kesehatan kita dan kelowongan waktu.
Kelowongan waktu itu, kalau ada waktu kosong gunakan untuk hal yang abadi, afdhol. Gunakan untuk hal yang mencari kemuliaan di dunia, jika niatnya baik maka akan baik. Namun untuk hal yang abadi, afdhol. Kalau cuma beberapa menit ambil wudhu, sudah, sepanjang kau belum batal (maka) jadi pahala. Duduk, berdiri, berjalan, keluar rumah, jadi pahala itu selama engkau masih dalam keadaan suci dan berwudhu. Berapa menit wudhu?, (sekitar 2 menit saja atau kurang) kosong waktu 2 menit, wudhulah (maka) sampai kau batal wudhu, kau dalam ibadah.
Hadirin – hadirat, demikian indahnya kekosongan waktu diberikan oleh Allah Swt maka sempurnakanlah. Akan datang masanya kita akan kehilangan semua waktu kita dan Rasul saw bersabda riwayat Imam Bukhari didalam Shahihnya. “jika datang waktu kosong di waktu sore, jangan menunggu waktu kosong besok pagi, apapun yang bisa kau perbuat dari kemuliaan, perbuatlah. Bisa silaturahmi, silaturahmi, tidak bisa dengan telpon, tidak bisa telepon, (maka) sms, tidak bisa sms, berdoa untuk muslimin – muslimat. Berbuat apapun, jangan sampai tunggu besok pagi, sekarang jalankan selama ada waktu yang kosong. Kalau sudah datang waktu sore, jangan menunggu (menunda berbuat baik) waktu pagi. Lakukan apa yang bisa kita lakukan pada waktunya. Ambil waktu sehatmu dari sebelum waktu sakitmu dan ambil kesempatan mulia di masa hidupmu sebelum engkau wafat.
Hadirin – hadirat, berlian – berlian kehidupan yang abadi diajarkan oleh Nabi kita Muhammad saw dan tentunya jangan lupa mencintai Rasulullah Saw. Manusia yang paling mencintai umatnya, paling mencintaiku dan kalian dunia dan akhirat. Dan ucapan ini merupakan firman Allah “laqad jaa-akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” datang kepada kalian seorang Rasul dari bangsa kalian, sangat berat memikirkan musibah kalian dan sangat menjaga kalian dan berlemah lembut kepada umatnya yaitu orang – orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS. At Taubah : 128)
Cinta beliau abadi kepada umatnya, sebelum umatnya mencintai beliau saw.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kerinduan Rasul saw pada orang yang rindu pada beliau sudah disampaikan di masa hidup beliau bahwa akan datang orang yang rindu kepada beliau setelah beliau wafat. Seraya bersabda sambil menangis “aku rindu pada saudara – saudaraku”, para sahabat berkata “kami saudaramu ya Rasulullah”, Rasul berkata “mereka itu adalah orang – orang yang hidup setelah aku wafat, mereka ikut agama Islam dan mereka itu rindu melihat wajahku lebih dari harta dan keluarganya”.(Shahih Muslim)
Maksudnya (diantaranya) perkumpulan seperti ini, kita meninggalkan harta dan keluarga kita. Rumah kita tinggal, harta kita tinggal, kesibukan tinggal, duduk disini.
Disini kita tidak melihat Rasulullah (saw), kalau kita melihat Rasul (saw) barangkali dari minggu lalu kita tidak keluar dari tempat ini untuk menunggu munculnya wajah Sayyidina Muhammad Saw. Semoga Allah memuliakanku dan kalian yang mencintai Nabi kita Muhammad Saw. Ada beberapa dari saudara – saudara kita, bukan satu orang yang bermimpikan disaat acara di Masjid At-Tiin bahwa Ahlulbadr bersama kita berjumpa dengan Rasulullah Saw. Semoga ini menjadi qabul bagi kita bersama Ahlulbadr di dunia dan akhirat. Di dunia dalam keberkahan Ahlulbadr, di akhirat bersama Ahlulbadr dan Imam Ahlulbadr Sayyidina Muhammad Saw dalam kedamaian. Ya Rahman Ya Rahim
Hadirin – hadirat, Al Imam Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi alaihi rahmatullah, (atasnya Rahmat Allah swt) seorang Al hafidz dan seorang muhaddits yang meriwayatkan lebih dari 5000 hadits,. Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi melakukan 7X pergi haji, pahalanya dihadiahkan untuk Rasulullah Saw. Dan ia menyembelih 12.000 ekor kambing, pahalanya untuk Rasulullah Saw. Dan ia berkata “aku meng-khatamkan 12.000X khatamul qur’an, kuhadiahkan untuk Rasulullah Saw”. Hadirin, siapa diantara kita berlomba – lomba mengirim hadiah untuk Sayyidina Muhammad Saw. Semoga acara di At-Tiin itu menjadi hadiah bagi Rasulullah Saw. Amin allahumma amin.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Beberapa hal yang perlu saya jelaskan sebelum saya menyelesaikan tausiyah dan doa. Banyak muncul pertanyaan tentang zakat profesi. Zakat profesi tidak diakui dalam seluruh madzhab. Zakat setiap bulan tidak diakui oleh seluruh madzhab. Bahwa semua madzhab, Imam Hambali, Hanafi, Syafi’i, Maliki tidak mengakui adanya zakat bulanan atau zakat penghasilan. Yang ada adalah zakat harta dan zakat tijarah (dagang). Zakat cuma ada 7, tidak ada lebih dari itu :
1. Zakat Ma’din (tambang emas, perak, besi atau lainnya) semua tambang itu ada zakatnya. Zakatnya begitu dapat langsung dikeluarkan zakatnya, bukan penghasilan tapi dari tambang bumi.
2. Zakat Rikaz (harta karun) pendaman harta kalau ditemukan ada zakatnya
3. Zakat Ni’am (hewan ternak) kalau memelihara hewan berupa kambing, unta, sapi, kerbau ada zakatnya
4. Zakat Tsimar (buah – buahan)
5. Zakat Maal (harta)
6. Zakat Tijarah (perdagangan)
7. Zakat Fitrah (badan)
Dan tidak ada lagi zakat penghasilan. Jadi sebagian orang yang mengada – adakan di masa sekarang ini sungguh bukan hal yang benar. Kalau disebut shadaqah penghasilan atau shadaqah profesi kita terima, Karena shadaqah hukumnya sunnah, boleh – boleh saja. Tapi kalau zakat, zakat itu fadhu a’in, tidak boleh ditambah – tambah fardhu a’in. Kalau sudah fardhu a’in tidak dilakukan, orang yang tidak mengeluarkan zakat, maka halal harta dan darahnya. Jadi tidak bisa zakat profesi diada – adakan sebagai zakat. Kalau shadaqah profesi / penghasilan setiap bulan mau shadaqah 2,5%, jangankan setiap bulan, mau setiap hari pun shadaqah merupakan sunnah Nabi saw. Tentukan setiap hari shadaqah, atau hari Jum’at shadaqah atau tiap bulan potong gaji, mau 2,5%, mau 10%, mau 20%, mau 50%, mau seluruhnya, silahkan tapi shadaqah…., jangan bicara zakat.
Kalau zakat adalah hal yang fardhu a’in dan tidak bisa ditambah atau dikurangi. Kalau alasan mereka zakat profesi katanya zaman sekarang banyak orang keluar dari Islam karena kemiskinannya, jadi harus ditambah. Kalau begitu banyak yang maksiat, shalat ditambah menjadi 7X setiap harinya??. Tidak bisa begitu tentunya, shalat fardhu tetap 5 waktu dalam jumlah 17 rakaat, tidak bisa ditambah lagi, kalau mau ditambah lagi dengan hal – hal yang sunnah maka afdhal.
Demikian pula zakat, tidak bisa ditambah lagi dan tidak ada dalilnya. Dalil yang dipegang oleh mereka yang mengatakan bahwa Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan ra menjalankan setiap bulan mengeluarkan zakat atau shadaqah, Dikatakan oleh para muhaddits kita bahwa itu untuk dirinya. Kalau untuk dirinya maka itu terserah yang mengeluarkan setiap bulannya. Misalnya saya atau kalian tiap bulan mengeluarkan sekian, terserah, tapi ia tidak memerintahkan untuk yang lainnya tapi untuk dirinya sendiri.
Dan dijelaskan oleh Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Nawawi menjawab tentang masalah ini bahwa orang – orang yang mengatakan adanya zakat selain haul dan nishob (haul : sempurna setahun, Nishab : batas minimal harta yg dikenai zakat) adalah mereka tidak memperhatikan hadits shahih riwayat Imam Malik dari Nafi’ dari ibn Umar yang ini dikatakan oleh Imam Bukhari sebagai silsilah Dzahabiyah (rantai sanad hadits tekuat), maksudnya silsilah perawi hadits yang paling shahih adalah dari Imam Malik dari Nafi dari Ibn Umar dari Rasulullah saw yang mengatakan tidak ada orang yang zakat harta kecuali melewati 1 tahun baru bisa dizakati kalau melewati nishob. Apa itu nishob? Nishob itu adalah batas minimal, kalau lebih dari itu maka wajib mengeluarkan zakat harta. Jadi (jika) mempunyai (gaji/penghasilan) bulanan, tidak ada kewajiban mengeluarkan zakat. Tapi kalau menaruh uang, terus disimpan sampai setahun dan tidak kurang dari nishob. Berapa nishob?, Nishob adalah harga 84gram emas murni. Jadi seharga 84gram emas murni itu berbeda – beda, setiap hari berbeda. Berapa 84gram emas murni itu? seandainya 84 juta (misalnya) berarti kalau mempunyai harta lebih dari 84 juta sampai setahun tidak kurang, kena zakatnya 2,5% itu zakat harta.
Tapi kalau profesi dan gaji tiap bulan tidak ada zakatnya. (mengada adakan zakat bulanan pada gaji dan profesi) Itu adalah bid’ah dhalalah yang diada – adakan dengan riwayat yang tidak shahih. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.
Kita bermunajat kepada Allah Swt, masih tersisa 4 malam dihadapan kita. Semoga Allah muliakan kita didalam keluhuran, di malam yang agung ini dan juga jangan lupa acara – acara kita masih di depan kita. Malam selasa yang akan datang, mereka yang sudah mudik semoga diberi keselamatan oleh Allah Swt, mereka yang ada di Jakarta, punya kesempatan hadir, majelis ini tidak pernah libur selama saya masih hidup, insya Allah majelis ini berlanjut walau malam lebaran.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga Allah tidak mengurangi waktu kita untuk jumpa dengan Rasulullah Saw di surga firdaus kelak, amin allahumma amin. Dan juga malam sabtu yang akan datang, ziarah kubronya bukan malam mingu tapi malam sabtu karena malam 29 kita ziarah kubro ke luar batang dari majelisnya di masjid walikota depok. Dari sana konvoi ke luarbatang, insya Allah. Saya harapkan jamaah semuanya jangan mendahului ke makam, ikut duduk diacara bersama kemuliaan shalawat Rasul Saw di majelis, baru menghadap ziarah ke maqam Al Habib Husein bin Abibakar Alaydrus luar batang.
Demikian hadirin – hadirat, yang memiliki waktu malam sabtu yang akan datang.
(mengenai) Malam ahad, (yaitu) malam minggu, kita lihat keputusan, kalau malam lebaran ya takbiran malam minggu, atau malam senin (lebaran) kita lihat keputusannya.
Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.
Kita bermunajat kepada Allah demi malam – malam agung nan mulia ini, Rabbiy jadikanlah malam ini malam termulia sepanjang usia kami, pastikanlah Kau menjawab segenap doa di malam mulia ini. Ya Rahman Ya Rahim, doa kami, munajat kami, harapan kami, kesusahan kami, keluh kesah kami, kami angkat detik ini dari semua perasaan dan kami tumpahkan di samudera keluasan-Mu. Rabbiy Rabbiy pastikan kami menjadi hamba yang paling Kau cintai dan jadikan kami bersama orang – orang yang Kau cintai, limpahi kami kebahagiaan dunia dan akhirat, limpahi kami kedamaian dunia dan akhirat, juga bagi ayahbunda kami, juga bagi masyarakat kami, bagi bumi Jakarta dan seluruh wilayah muslimin. Ini bangsa kita, bangsa muslimin terbesar di muka bumi, limpahi kemakmuran, tenangkan bumi dari musibah, tenangkan bumi dari gempanya, tenangkan lautan dari tsunami, tenangkan angin dari segala puyuhnya, tenangkan hujan dari segala banjirnya. Ya Rahman Ya Rahim, jadikanlah hari – hari kami dipenuhi Rahmat, jadikanlah siang dan malam kami dalam cahaya Rahmat, inilah doa di malam agung. Ya dzaljalali wal ikram, kabulkanlah dan pandang semua niat dan hajat semua hadirin – hadirat, pandang seluruh wajah dengan semua harapan mereka yang berpadu pada nama-Mu Yang Maha Luhur, semua hajat kami yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, kabulkanlah Rabbiy
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. didalam nama-Mu tersimpan segenap anugerah, dalam nama-Mu tersimpan segala kenikmatan dan kebehagiaan, dalam nama-Mu tersimpan penciptaan dunia dan akhirat, Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. didalam nama-Mu tersimpan takdir kami, ketentuan hidup kami dalan nama-Mu, Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah
Kita teruskan dengan munajat meminta kepada Allah disingkirkan segala musibah, kesusahan, dan kesulitan kita dengan bertawassul kepada Ahlulbadr. Ya tafadhol masykura.. Malam selasa depan sudah bulan syawal dan majelis mulai pukul 21.00 WIB. karena ramadhan (majelis dimulai) pukul 21.30 atau 21.15 WIB karena ada tarawih, jadi kalau selain ramadhan majelis mulai jam 9 malam.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, saya mohon doa karena tempat kita ini sudah semakin Allhamdulillah padat dan tidak mencukupi. Kita mau pindah juga, jamaah berat terutama masyarakat juga berat, sebagian besar jamaah juga berat bila pindah tempat. Lantas apa yang bisa kita perbuat?, Kita berharap dan saya mohon doa pada jamaah juga agar turut mendoakan tempat sebelah ini insya Allah akan kita bebaskan untuk memperluas Majelis Rasulullah Saw…, Semoga tempat sebelah ini bisa kita bebaskan dan menjadi tanah daripada majelis kita diperluas ke sebelah ini, jadi wilayahnya bisa dipadu majelisnya.. tanah sebelah bisa kita bebaskan untuk milik Majelis Rasulullah Saw (jika ada kemampuan).
Cukup luas tanah disebelah ini, bisa dibebaskan sekaligus untuk markas kita yang selama ini masih mengontrak dan ini niat hanya bergantung kepada Allah Swt dan menggantungkan dengan doa (belum ada kemampuan dananya), dengan amin, harapan kalian, semoga doa ini diijabah. Amin allahumma amin. Kita mintakan doa penutup (pada) Guru kita yang kita cintai Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Attas tentunya dengan talqin, ya tafadhol masykura.
Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
sumber
Baca Selengkapnya...

Mimpi Berjumpa Rasulullah saw

قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
سَمُّوا بِاسْمِي، وَلَا تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي، وَمَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ، فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ (صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah saw : “Berilah nama-nama kalian dengan namaku, dan jangan memakai gelar seperti gelarku, dan barangsiapa bermimpikan aku dalam tidurnya sungguh ia telah melihat aku, maka sungguh syaitan tidak mampu menyerupai diriku, dan barangsiapa yg berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaknya ia bersiap akan tempatnya di neraka” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ الْمُبَارَكَةِ...
Limpahan puji kehadirat Allah Yang Maha Luhur, Yang Maha melimpahkan kebahagiaan sepanjang waktu dan zaman, sebelum zaman dicipta hingga zaman dicipta dan kemudian sirna, setiap generasi terlahir dan wafat kesemuanya di dalam pengaturan Sang Maha Tunggal dan Maha Abadi, samudera segenap ketentuan dan segala kejadian yang lalu dan yang akan datang berada dalam samudera kelembutan-Nya, di dalam samudera kasih sayang-Nya. Sungguh Allah subhanahu wata'ala sangat Maha Pengasih dan Maha Penyayang, seandainya Dia tidak berkasih sayang dan mau menghukum hamba-Nya sebab kesalahan-kesalahan mereka, sebagaimana firman-Nya:
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ ( النحل : 61 )
" Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya" ( QS. An Nahl: 61)
Maka jika Allah mau menghukum manusia karena kesalahan yang mereka lakukan, maka mereka tiadalah akan tersisa lagi di muka bumi ini, namun Allah menunda setiap nafas, setiap detik, dan hari demi hari (agar kita bertobat) hingga waktu yang telah Allah tentukan, yaitu sakaratul maut. Allah bersabar menanti kita, Allah bersabar untuk menunda siksa-Nya, dan tidak mau menghukum kita, Allah siap melimpahkan kemuliaan hingga sepuluh kali lebih besar dari kebaikan yang kita perbuat, bahkan hingga 70 kali lipat. Allah subhanahu wata'ala menuliskan satu perbuatan dosa hanya dengan balasan satu dosa, namun perbuatan baik Allah akan melipatgandakan balasannya dengan 10 kali pahala hingga 700 kali lebih besar, demikian dalam riwayat Shahih Al Bukhari, bahkan dalam riwayat Shahih Muslim bahwa setiap kebaikan akan dilipatgandakan balasannya 10 kali lebih besar hingga 700 kali dan lebih dengan kehendak Allah, berarti cinta kita kepada Allah dibanding dengan cinta Allah kepada kita 10 kali lebih besar cinta Allah kepada kita, bahkan 700 kali lebih besar dari cinta kita kepada Allah. Sekali kita beribadah dan berbakti kepada Allah maka sepuluh kali Allah subhanahu wata'ala berbakti kepada kita, maksudnya Allah berbakti kepada kita adalah mengganjar dan membalas dengan kebaikan, menyambut dengan kehangatan, sebagaimana yang dijelaskan di dalam kitab Taujih An Nabiih Limardhaati Baariih karangan guru mulia kita Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam hadits qudsi:
ياَدَاوُد لَوْ يَعْلَمُ الْمُدْبِرُوْنَ عَنِّيْ شَوْقِي لِعَوْدَتِهِمْ ، وَمَحَبَّتِيْ فِيْ تَوْبَتِهِمْ ، وَرَغْبَتِيْ فِي إِناَبَتِهِمْ لَطاَرُوْا شَوْقًا إِلَيَّ ، يَادَاوُد هَذِهِ رَغْبَتِيْ فِى الْمُدْبِرِيْنَ عَنِّي ، فَكَيْفَ تَكُوْنُ مَحَبَّتِيْ فِى الْمُقْبِلِيْنَ عَلَيَّ...؟
“Wahai Daud : Seandainya orang-orang yg berpaling dari-Ku mengetahui kerinduan-Ku atas kembalinya mereka, dan cinta-Ku akan taubatnya mereka, dan besarnya sambutanku atas kembalinya mereka pada keridhoan Ku, niscaya mereka akan terbang karena rindunya mereka kepada-Ku. Wahai Daud, demikianlah cinta-Ku kepada orang-orang yg berpaling dari Ku (jika mereka ingin kembali), maka bagaimanakah cinta-Ku kepada orang-orang yg datang (mencintai dan menjawab cinta Allah ) kepada-Ku?”
Apabila mereka yang terus berdosa dan berbuat salah memahami betapa rindunya Allah kepada mereka apabila mereka mau kembali kepada kasih sayang dan keridhaan Allah, mau kembali kepada jalan keluhuran dan meninggalkan kehinaan untuk mendekat kepada Allah, jika mereka mengetahui betapa besarnya rindu Allah kepada mereka, betapa besarnya cinta Allah kepada taubat mereka dan betapa hangatnya sambutan Allah untuk mereka yang mau kembali kepada-Nya, jika mereka mengetahui hal itu sungguh mereka akan wafat di saat itu juga untuk menuju kepada Allah karena tidak mampu menahan rindu kepada Allah, karena Allah telah merindukannya, karena Allah telah mencintainya, maka mereka akan meninggalkan segenap dosa dan tenggelam dalam taubat dan kerinduan kepada Allah. Kita tidak mengetahuinya, namun paling tidak ada sedikit kefahaman di dalam jiwa dan sanubari bahwa ada Sang Maha Abadi Yang menanti kita dengan kebahagiaan yang kekal, Yang menyiapkan cinta, rindu dan sambutan hangat-Nya untuk mereka yang mau membenahi dirinya, maka berusahalah dan Allah tidak memaksa lebih dari kemampuan kita.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh guru kita yang kita cintai, As Syaikh Amr Khalid tentang cinta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan sampailah kita pada hadits agung ini:
سَمُّوا بِاسْمِى وَلاَ تَكْتَنُوْا بِكُنْيَتِي
" Berilah nama dengan namaku dan janganlah memakai kun-yahku "
Maksudnya dengan nama beliau nabi "Muhammad" shallallahu 'alaihi wasallam, oleh sebab itu jika saya dimintai untuk memberikan nama maka pasti saya beri nama "Muhammad…..", dan ada kelanjutannya, saya tidak pernah memberi nama dengan nama yang lain, walaupun nama nabi banyak namun sungguh nama yang terbaik adalah "Muhammad" shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga banggalah kelak mereka yang ketika dipanggil kehadapan Allah membawa nama nabi "Muhammad". Namun perintah memberikan nama dengan nama nabi bukanlah perintah wajib melainkan sunnah menggunakan nama nabi "Muhammad", dan Rasulullah melarang untuk memakai gelar beliau. Para Ulama berbeda pendapat dalam hal kun-yah (gelar) ini, sebagian mengatakan "Abu Al Qasim" dan larangan itu hanya ketika di masa hidupnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Adapun gelar beliau yang tidak boleh digunakan hingga akhir zaman adalah gelar "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam", karena gelar ini hanya untuk nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan para rasul, maka tidak boleh kita gunakan, namun gelar "Abu Al Qasim" atau yang lainnya boleh digunakan tetapi setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mengapa? karena pernah terjadi dimana seseorang di zaman Rasulullah memberi nama anaknya Qasim, maka si ayah dipanggil dengan sebutan "Abu Al Qasim" dan Rasulullah pun menoleh maka ketika itu Rasulullah melarang menggunakan gelar itu di masa hidup nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun di zaman sekarang tidak ada larangan. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
‏مَنْ رَآنِيْ فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِيْ 
“Barangsiapa melihatku di waktu tidur maka dia benar benar telah melihatku, karena syeitan tidak dapat menyerupaiku”
Sungguh syaitan tidak akan bisa menyerupai bentuk Rasulullah, betapa indahnya wajah yang tidak mampu diserupai oleh syaitan, nabi kita sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Syaitan mampu berpura-pura menjadi guru, menjadi murid dan yang lainnya namun syaitan tidak bisa menyerupai wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Banyak pertanyaan yang muncul kepada saya tentang hal ini, "Habib, saya bermimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tetapi wajahnya berupa wajah habib fulan atau kiyai fulan, apakah itu mimpi Rasulullah?", iya itu adalah mimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, selama orang yang kita lihat itu adalah wajah orang yang shalih. Namun dijelaskan oleh beberapa habaib kita di Tarim Hadramaut, bahwa tidak ada seseorang dari kaum shalihin yang diserupai wajahnya oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kecuali dia adalah wali Allah subhanahu wata'ala (orang yang dicintai Allah). "Habib, ada yang mimpi Rasulullah tetapi wajahnya kok gelap dan tidak bagus bentuknya, pincang atau cacat?!", apakah itu juga mimpi Rasulullah?, hal itu adalah cermin dari diri kurang baiknya hati kita, karena hati kita adalah cermin, jika sebuah cermin terdapat banyak noda maka hasil dari cermin itu juga banyak noda, jadi apabila kita bermimpi Rasulullah dalam keadaan cacat maka yang cacat adalah hati kita, bukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan hal itu merupakan teguran dari Allah subhanahu wata'ala untuk mengingatkan kita. Diriwayatkan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani Ar di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa orang yang bermimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan melihat wajah asli beliau, namun hal ini tergantung derajat orang tersebut, para kekasih Allah dan para shalihin, mereka akan melihat wajah asli rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di dalam mimpinya. Diriwayatkan pula oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani bahwa salah satu istri Rasulullah menyimpan sebuah cermin yang pernah ia gunakan, kemudian dipinjam oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau bercermin dengan cermin itu, setelah cermin itu dipakai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka cermin itu menampakkan wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam begitu jelas, cermin itu tidak mau lagi memunculkan atau mencerminkan wajah yang lain setelah digunakan bercermin oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Dan jika istri Rasulullah ini rindu dengan Rasulullah setelah beliau wafat, maka ia melihat cermin itu dan ia lihatlah wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karena cermin itu tidak mau lagi menampakkan wajah yang lain. Maka para tabi'in yang ingin melihat wajah Rasulullah mereka datang kepada istri Rasulullah dan melihat cermin itu sehingga mereka melihat wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Subhanallah, sebuah cermin pun tidak bisa lagi menjadi sebagai cermin setelah melihat wajah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dijelaskan di dalam buku "Muhammad Insan Al Kamil" oleh Al allamah Al Musnid Al Habib Muhammad bin 'Alawy Al Maliki tentang perbedaan wajah nabiyullah Yusuf As dengan wajah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagaimana dahulu di masa nabi Yusuf para wanita memotong jari-jarinya karena indahnya wajah nabi Yusuf As, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:
فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ ( يوسف: 31 )
"Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya , mereka terpesona kepada (keelokan rupanya) dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri, seraya berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, sungguh ini adalah malaikat yang sempurna" (QS. Yusuf : 31 )
Maka berkatalah As Syaikh Muhammad bin 'Alawy Al Maliki Ar menukil salah satu riwayat sahabat bahwa Allah tidak menampakkan keindahan wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam secara keseluruhan di muka bumi, hanya 1 keindahan dari 10 bagian yang diperlihatkan, jika seandainya yang 9 bagian itu ditampakkan juga maka orang-orang akan mengiris hatinya tanpa terasa karena indahnya wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dan itu kelak akan diperlihatkan di telaga Haudh. Semoga aku dan kalian memandang wajah yang indah itu, amin.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa sayyidina Anas bin Malik Ra berkata:
مَا نَظَرْناَ مَنْظَرًا كاَنَ أَعْجَبَ إِلَيْنَا مِنْ وَجْهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Kami belum pernah melihat pemandangan yang lebih menakjubkan dari wajah nabi shallallahu 'alaihi wasallam"
Dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang banyak sekali dan sangat mudah dan suka mendoakan orang lain, dan beliau adalah makhluk yang paling indah, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari bahwa salah seorang sahabat Ra berkata: "aku belum pernah mendengar suara yang lebih indah dari suara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, hingga suara beliau membuat hati luluh dan ingin mendekat kepada Allah subhanahu wata'ala". Dan Allah berfirman dalam Al qur'an menyifati indahnya bacaan sang nabi :
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا ، يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا ( الجن : 1-2 )
"Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami" ( QS. Al Jin: 1-2)
Dan Allah berfirman:
وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا ( الجن : 19 )
"Dan ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadah), hampir saja jin-jin itu desak-mendesak mengerumuninya" ( QS. Al Jin: 19 )
Dijelaskan di dalam Shahih Muslim, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan membaca al qur'an dan di saat itu iblis melihat pintu-pintu langit ditutup dan tidak bisa lagi ditembus oleh iblis dan syaitan, maka di saat itu iblis berkata : "apa yang telah terjadi di barat dan timur sehingga kita tidak bisa lagi menembus langit?!", maka ketika mereka mencari di penjuru barat dan timur, mereka pun menemukan cahaya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sedang berdoa dan membaca al quran al karim, dan cahaya itu membuat para jin berdesakan untuk mendengarkan bacaan itu kemudian mereka beriman. Dan dijelaskan di dalam Kitab-kitab Tafsir, tafsir Ibn Katsir dan lainnya bahwa di saat itu ada beberapa raja jin yang diperintahkan oleh iblis untuk melihat apa yang terjadi, justru mereka beriman kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Para jin itu pun berdesakan ingin mendengarkan suara indah yang keluar dari jiwa yang suci dan khusyu' yang merindukan Allah subhanahu wata'ala, jiwa yang dipenuhi dengan getaran iman. Oleh sebab itu, ketika salah seorang sahabat Ra (dalam riawayat yang tsiqah) melihat aurat seorang wanita dengan sengaja, maka ia merasa telah berbuat dosa yang sangat besar dan ia pun menyendiri ke atas gunung dan tidak mau lagi melihat wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karena dia merasa tidaklah pantas matanya melihat wajah beliau karena mata itu telah berbuat zina. Dan setelah beberapa hari Rasulullah menanyakan orang itu karena beberapa hari Rasulullah tidak melihatnya, maka sayyidina Abu Bakr As Shiddiq Ra mendatanginya ke gunung dan berkata kepada orang itu: "engkau dipanggil oleh Rasulullah", orang itu menjawab: "aku tidak mau melihat wajah Rasulullah, mataku tidak lagi pantas memandang beliau karena telah berbuat dosa", maka sayyidina Abu Bakr berkata: "ini adalah perintah Rasulullah", maka ia pun datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ketika itu Rasulullah sedang melakukan shalat maghrib, dan ketika ia mendengar bacaan Rasulullah dari kejauhan, ia pun terjatuh dan roboh karena tidak mampu mendengarkan lantunan suara indah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka ia diberdirikan oleh sayyidina Abu Bakr As Shiddiq dan dibimbing untuk terus masuk ke shaf shalat dan setelah selesai shalat, ketika orang-orang mulai berdiri dan keluar dari shaf shalat, ia hanya tertunduk saja, maka Rasulullah memanggilnya dan berkata :"kemarilah mendekat kepadaku", ia mendekat hingga lututnya bersatu dengan lutut nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam namun ia tetap menundukkan kepalanya dan berkata: "wahai Rasulullah, aku tidak mau lagi melihat wajahmu karena mataku sudah banyak berbuat dosa", maka Rasulullah berkata :"mohonlah ampunan kepada Allah", maka ia berkata: "aku meyakini bahwa Allah Maha Pengampun, namun mata yang sudah banyak berbuat dosa ini tidak lagi pantas melihat wajahmu wahai Rasulullah", ia masih terus menundukkkan kepalanya maka rsaulullah berkata : "angkatlah kepalamu!!", maka ia pun mengangkat kepalanya perlahan lahan dan beradu pandang denga Rasulullah, lalu ia kembali menundukkan kepalanya dan menangis di pangkuan Rasulullah kemudian wafat dipangkuan beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Maka para sahabat pun kaget dan iri dengan orang itu karena walaupun mereka berjihad siang dan malam namun mereka tidak sempat mendapatkan kesempatan untuk wafat dipangkuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan ketika itu air mata Rasulullah mengalir dan jatuh di atas wajah orang itu. Hadirin hadirat, sungguh mata kita penuh dengan dosa dan kesalahan, namun Sang Maha Pengampun tidak berhenti mengampuni, sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa ada 7 golongan yang mendapatkan naungan Allah dimana ketika itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah, diatara 7 kelompok itu adalah :
رَجُلٌ ذَكَرَ اللهُ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
" Seseorang yang ketika berdzikir (mengingat Allah) maka mengalirlah air matanya"
Maka orang itu akan mendapatkan naungan Allah kelak di hari kiamat. Dan saat di surga kelak masih ada orang-orang yang belum melihat keindahan dzat Allah subhanahu wata'ala, mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia mata mereka banyak berbuat dosa, dan malaikat tidak mau membuka tabir yang menghalangi dzat Allah dengan mereka, maka Allah berkata kepada malaikat: "mengapa kalian masih menutupkan tabir untuk mereka, mereka adalah penduduk surga yang telah kuampuni dosa-dosa mereka", maka malaikat berkata: "wahai Allah, dahulu ketika mereka di dunia mata mereka banyak melakukan dosa, maka mereka tidak pantas memandang keindahan dzat-Mu", maka Allah subhanahu wata'ala berfirman: "angkatlah tabir yang menghalangi-Ku dengan mereka, karena dahulu mata mereka pernah mengalirkan air mata rindu ingin berjumpa dengan-Ku"…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Semoga Allah subhanahu wata'ala memulikanku dan kalian dengan keluhuran, dan membimbing hari-hari kita dengan seindah-indahnya, amin. Malam ini kita akan melakukan shalat ghaib untuk Al Marhum Al Maghfurlah Al Habib Syech bin Ahmad Al Musawa dalam usianya yang sangat lanjut, beliau adalah ulama' besar yang murid beliau mencapai ribuan habaib dan kiyai, beliau tinggal di Klender selama kurang lebih 10 tahun kemudian pindah ke Surabaya dan wafat pada hari Jum'at yang lalu pukul 10.15 Wib. Dan yang tidak dalam keadaan berwudhu maka tidak perlu berdesakan untuk berwudhu, cukup berdiri saja. Shalat ghaib ini juga untuk syarifah Nur binti Abu Bakr Al Jufri dan juga untuk orang tua kita, kerabat kita, dan sahabat kita yang telah wafat. Semoga Allah subhanahu wata'ala memuliakan mereka di alam barzakh. Ayah bunda kita yang masih hidup semoga dimuliakan dan dipanjangkan usianya oleh Allah subhanahu wata'ala, amin allahumma amin. Dan imam dalam shalat ghaib nanti adalah guru kita fadhilah as sayyid Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas, dan juga saya mohon jangan berdesakan dalam bersalaman nanti. Sebelum kita melakukan shalat ghaib, kita tutup acara kita dengan qasidah yang mengingatkan kita kepada nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam beberapa bait, setelah itu kita melakukan shalat ghaib kemudian doa penutup, tafaddhal masykura.
sumber

Baca Selengkapnya...

Kemuliaan Membaca Surat Al Ikhlas



عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَجُلاً سَمِعَ رَجُلاً يَقْرَأُ: "قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ" وَيُرَدِّدُهَا، فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ لَهُ ذَلِكَ ، وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ اْلقُرْآنِ
( صحيح البخاري )
Dari Abi Sa'id Al Khudriy ra : "Sungguh Seseorang mendengar sahabatnya membaca Qul Huwallahu Ahad (Surat Al Ikhlas), dan mengulang-ulangnya di malam hari, maka ketika pagi harinya ia datang kepada Nabi saw dan menceritakan itu, maka Rasulu saw bersabda : "Demi Diriku yang berada dalam Genggaman Allah swt (sumpah) sungguh Surat Al Ikhlas menyamai sepertiga Alqur'an." (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ الْعَظِيْمَةِ
Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Suci melimpahkan keluhuran sepanjang waktu dan zaman, melimpahkan kebahagiaan dan membagikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat dan yang tidak taat, anugerah kenikmatan bagi hamba-Nya yang tidak taat merupakan bukti cinta dan kasih sayang Allah yang diperkenalkan bagi hamba yang taat, betapa baiknya Sang Maha Pemberi yang tetap memberi pada hamba-Nya yang tidak taat, sebagai isyarat ilahiyyah pada setiap siang dan malam kita yang melihat kenikmatan berlimpah juga Allah berikan pada hamba yang tidak taat, maka janganlah cemburu pada pemberian-Nya karena pemberian itu fana namun ingatlah pada cinta dan kelembutan-Nya walaupun kepada yang tidak taat pada-Nya. Namun Sang Maha Raja alam semesta menawarkan pengampunan, kasih sayang dan anugerah yang abadi, cahaya terindah sepanjang waktu dan zaman, yang menerangi dan memperindah kehidupan di dunia dan di akhirah kelak, terbitnya cahaya keindahan Ilahi untuk menuntun hamba kepada keindahan yang hakiki, menuntun hamba pada keindahan dunia dan akhirah, terang benderang sanubarinya dengan cahaya keindahan Allah, bergetar hatinya dengan cahaya kewibawaan Allah dan hari-harinya penuh dengan keindahan dunia dan akhirah. Ketahuilah cahaya ciptaan Allah itulah yang menjadi cahaya keindahan dunia dan akhirah. Dan menjadi cahaya keindahan dunia dan akhirah bagi yang mengikutinya pula, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Allah subhanahu wata'ala berfirman:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(آل عمران :26 )
"Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." ( QS. Ali Imran: 26 )
Allah Maha mampu menjadikan orang yang berbicara menjadi tidak bisa berbicara, dan orang yang bisa berjalan Allah mampu menjadikannya tidak bisa beridiri apalagi berjalan, dan Allah Maha mampu mencabut penglihatan orang yang bisa melihat hingga ia tidak bisa lagi melihat. Allah juga Maha Mampu mencabut keimanan seorang hamba sehingga tidak pernah melihat keluhuran sebagai sesuatu yang luhur, dan Allah mampu pula mencabut musibah dari hamba yang dikehendakinya, Allah Maha Mampu mencabut segenap dosa dari hamba-hamba-Nya, Allah Maha Mampu mencabut kemurkaan pada hamba-Nya dan menggantikan dengan cinta-Nya, dan kesemua itu kembali pada satu nama " Ya Allah ".
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Yang hadir di majelis dan yang mendengarkan atau menyaksikan di streaming website Majelis Rasulullah di barat dan timur, di malam hari yang luhur ini kita diseru pula dalam keluhuran dan memang sesungguhnya setiap kehidupan kita adalah seruan keluhuran Allah, siang dan malam adalah panggilan Allah untuk kita mendekat kepada-Nya, setiap nafas kita adalah panggilan Allah agar kita mendekat, dan semua apapun dari perbedaan bentuk, sifat, dan warna yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan hakikatnya adalah panggilan kelembutan Allah kepada kita untuk mendekat kepada pencipta ini semua, Yang mencipta kita dari tiada kemudian mewafatkan kita dan membangkitkan kita untuk berjumpa dengan-Nya, sebagaimana firman-Nya:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
(آل عمران: 133)
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa" ( QS. Ali Imran:133 )
Siapa yang menyampaikan hal ini? Yang menyampaikannya adalah yang kita selalu berbuat salah dan dosa kepada-Nya, Dialah Yang berfirman : " bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa". Dijanjikan bagi hamba-Nya yang bertakwa, semoga tidak satu pun dari kita yang disini kecuali dikumpulkan oleh Allah dalam golongan hamba yang bertakwa, wafat dalam puncak ketakwaan dan berkumpul di dunia dan akhirah bersama Ahlu takwa, amin allahumma amin.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
(آل عمران :185)
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (QS. Ali Imran: 185)
Kalimat ini cukup untuk mengingatkan kita dan menyadarkan kita dari segala kebutaan, kebingungan, kerisauan dalam segala permasalahan di dunia. Dan juga ayat ini sudah cukup untuk membuat kita jauh dari kufur nikmat, maka ayat ini menjadi obat bagi orang yang dilimpahi kenikmatan atau orang yang sedang dalam kesusahan. Semua yang hidup pasti akan merasakan kematian, aku dan kalian pasti merasakannya karena itu adalah janji Allah subhanahu wata'ala. Kelak Allah akan memberikan balasan atas amal baik dan buruk, barangsiapa yang disingkirkan dan dijauhkan oleh Allah dari api neraka dan dimasukkan ke surga sungguh dia adalah orang yang beruntung, dan tiadalah kehidupan dunia kecuali hanyalah permainan saja. Yang mulia di dunia belum tentu mulia di akhirah, yang hina di dunia belum tentu hina di akhirah. Kehidupan dunia hanyalah sementara sedangkan kehidupan akhirat abadi. Hadirin hadirat, jika engkau dalam kesedihan, ingatlah bahwa kesedihanmu itu tidaklah abadi. Dan jika engkau dalam kenikmatan sadarlah bahwa kenikmatanmu itu tidaklah kekal. Yang Maha Kekal menanti tuntunan dan amal-amal yang kekal, yang dibawa oleh sang pembawa tunutunan dari Sang Maha Kekal, yang diutus oleh Yang Maha kekal untuk membawa kenikmatan yang kekal, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana sabda beliau diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari :
وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ يُعْطِيْ
" Sungguh aku yang membagi-bagikan dan Allah Yang Maha Memberi "
Ingatlah bahwa pembagian kenikmatan telah Allah pasrahkan kuncinya kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bagi yang mendambakan kenikmatan dunia dan akhirah, Allah telah menyampaikan kepada sang nabi seraya berkata :أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ يُعْطِيْ وَإِنَّمَا ( Aku yang membagikan dan Allah Yang Maha memberi). Dengan mengikuti tuntunan beliau shallallahu 'alaihi wasallam, dengan mencintainya dan berbakti kepadanya, maka itulah kunci kebahagiaan dan kenikmatan dunia dan akhirah, demikian janji sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sayyidina Ali bin Abi Thalib Kw berkata bahwa segala sesuatu yang dibanggakan di dunia ini kesemunaya berasal dari hal yang hina. Pakaian termahal adalah sutera, padahal sutera hanyalah berasal dari liur ulat yang menjijikkan, minuman yang paling menyehatkan adalah susu, padahal itu hanyalah keluar dari hewan ternak, serta minuman yang paling manis adalah madu padahal ia hanyalah buatan serangga, dan perhiasan yang palin mahal adalah berlian padahal ia terbuat dari batu bara dari gunung berapi beribu-ribu tahun. Sungguh sesuatu yang berharga di muka bumi ini berasal dari kehinaan. Namun segala sesuatu yang tidak berharga di dunia bisa menjadi berharga jika mengikuti tuntunan dari yang paling berharga yaitu Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagaimana debu adalah sesuatu yang tidak berharga namun debu itu bisa menjadi saksi ketika kita melangkah menuju jalan Allah subhanahu wata'ala, sehingga membuat kaki yang melintasinya tidak akan terbakar oleh api neraka. Hadirin hadirat, debu itu diinjak dan ditendang namun ia bisa membuat kaki kita aman dari api neraka karena mengikuti tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Begitu juga makanan dan minuman, yang setelah dimakan dan diminum ia akan terbuang, namun makanan dan minuman itu akan menjadi kekal dan abadi jika mengikuti tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits luhur ini, bahwa Allah subhanahu wata'ala menyampaikan surat mulia kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan hal ini selalu paling asyik diperbuat oleh orang-orang yang sangat cinta kepada Allah sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari bahwa seorang sahabat Rasulullah setiap malamnya membaca surah Al Ikhlas dan mengulang-ulangnya:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، اللَّهُ الصَّمَدُ ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
( الإخلاص:1-4 )
" Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." ( QS. Al Ikhlas: 1-4)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
( الإخلاص: 1)
" Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Tunggal" (QS. Al Ikhlas:1)
Allah Maha Tunggal, Maha Tunggal menciptakanku, Maha Tunggal meminjamiku setiap nafas, Maha Tunggal mewafatkanku, Maha Tunggal mengetahui jumlah nafasku, Maha Tunggal mengetahui setiap keadaan makhluknya, Maha Tunggal menciptakan matahari, bulan, daratan dan lautan, Maha Tunggal dari semua makhluknya, Maha Tunggal menguasai segala kewibawaan, Maha Tunggal menguasai segala keluhuran, Maha Tunggal menguasai cahaya kebenaran, dan Maha Tunggal melimpahkan cahaya kebahagiaan. Firman Allah subhanahu wata'ala:
اللَّهُ الصَّمَدُ
( الإخلاص: 2)
Berbeda dalam pendapat para ahli tafsir, dijelaskan di dalam tafsir Al Imam At Thabari, tafsir Al Imam Ibn Abbas dan tafir lainnya bahwa makna kalimat الصَّمَدُ diantaranya adalah : Yang paling sempurna kelembutan-Nya melebihi segala kelembutan, Yang paling sempurna kasih sayang-Nya melebihi segala kasih sayang, Yang paling sempurna anugerah-Nya melebihi segala anugerah. Dan dalam riwayat lainnya makna kalimat الصَّمَدُ adalah Yang berpijar dengan cahaya, dan dalam riwayat lainnya maknanya adalah Yang tidak membutuhkan makan dan minum. Dan firman Allah subhanahu wata'ala :
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
( الإخلاص:3-4 )
"Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" ( QS. Al Ikhlas:3-4)
Oleh sebab itu ketika sayyidina Bilal ketika disiksa ia mengelurkan rinduannya kepada sang Maha Tunggal dengan kalimat أَحَدٌ, أَحَدٌ . Diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqah (kuat) bahwa sayyidina Bilal tidak merasakan sakit saat ia disiksa, bahkan ia dalam kesejukan tanpa merasakan kepedihan atas siksaan yang diperbuat oleh kuffar quraisy karena ia dalam kelezatan menyebut nama Allah subhnahu wata'ala.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan pula dalam Shahih Al Bukhari bahwa Al Imam Masjid Quba' setelah membaca Al Fatihah selalu membaca surat Al Ikhlas kemudian dilanjutkan dengan surat yang lainnya, maka ia diprotes oleh makmumnya karena hal ini, maka sang imam berkata: "jika engkau masih menginginkan aku untuk menjadi imam, maka aku akan terus melakukan hal ini, jika tidak carilah imam yang lain", maka si makmum mengadukannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata: "wahai Rasulullah, tidak pernah engkau mengajarkan kepada kami untuk selalu membaca surat Al Ikhlas setelah Al Fatihah, namun imam itu melakukannya". Zaman sekarang hal seperti ini disebut sebagai bid'ah, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada sang imam: "Mengapa engkau melakukan hal itu wahai imam masjid Quba, padahal aku tidak pernah mengajarkannya?", maka sang imam menjawab dengan singkat : إِنِّيْ أُحِبُّهَا (sungguh aku mencintai surat Al Ikhlas), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : "cintamu pada surat Al Ikhlas membutamu masuk kedalam surga Allah". Karena mencintai kalimatt هُوَ اللهُ أَحَدٌ, Dialah (Allah) Yang Maha Tunggal, maka jadikanlah Dia tunggal di dalam jiwa kita di saat kita berdzikir kepada Allah, di saat kita shalat, di saat kita berdoa dan bermunajat, hilangkan semua nama dari hati kita kecuali nama اللهُ أَحَدٌ هُوَ. Jadikan nama itu menguasai jiwa dan sanubarimu melebihi segalanya, maka akan engkau lihat Allah menundukkan seluruh makhluknya kepadamu karena jiwamu telah tunduk kepada rahasia keluhuran هُوَ اللهُ أَحَدٌ .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Janganlah sampai kita terjebak dengan kejadian-kejadian yang yang tidak kita sukai, karena Allah subhanahu wata'ala telah memberi peringatan dengan firman-Nya:
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
(البقرة :216 )
"Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah: 216)
Barangkali kita melihat suatu hal adalah baik untuk kita, padahal itu adalah bara api, seperti anak kecil yang ingin mendekati bara api itu yang dikiranya mainan belaka. Begitu pula anak kecil menjerit ketika melihat ibunya begitu jahat menusuk dan menyakitinya, padahal itu adalah obat yang disuntikkan kepadanya sebagai bentuk kasih sayang sang ibu. Oleh sebab itu di saat kita dalam kesusahan maka berhati-hatilah karena mungkin dibalik semua itu ada hikmah Ilahi yang lebih luhur jika kita syukuri kenikmatan yang ada walaupun sebagian kenikmatan hilang. Sebagaimana Allah sangat tidak tega kepada hamba-Nya terutama mereka yang mencintai sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Orang yang mencintai dan rindu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka ia dalam keamanan dan keselamatan.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan oleh hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Qadhi 'Iyadh di dalam kitabnya "As Syifa" bahwa ketika sayyidina Anas bin Malik RA menziarahi seorang wanita yang telah wafat seorang putranya, dia adalah seorang wanita tua renta yang buta, dia hijrah dari Makkah Al Mukarramah ke Madinah Al Munawwarah bersama putranya, dan ia tidak mempunyai keluarga yang lain, karena keluarga yang lain berada di Makkah. Untuk makan saja dia harus disuapi oleh anaknya, dan segala kebutuhannya diurus oleh anaknya, kemudian anaknya wafat. Dan ketika para sahabat menjenguknya, diantaranya sayyidina Anas bin Malik, maka berkatalah wanita buta dan tua renta itu : " Benarkah anakku telah wafat?", sayyidina Anas bin Malik berkata: "Betul, namun engkau tenanglah karena anakmu sudah dimandikan dan dikafani, dan sebentar lagi akan dishalati kemudian dimakamkan", maka wanita itu menangis mengangkat tanganya dan berkata :
اَللّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّيْ هَاجَرْتُ إِلَيْكَ وَإِلَى نَبِيِّكَ فَلاَ تُحَمِّلْنِيْ هَذِهِ الْمُصِيْبَةَ
" Wahai Allah jika Engkau mengetahui bahwa aku hijrah kepada-Mu dan nabi-Mu, maka janganlah Engkau bebankan musibah ini kepadaku".
Dan belum selesai wanita itu berdoa maka anaknya bangun dan tidak lama kemudian anaknya kembali menyuapi ibunya. Demikian rahasia cinta kepada sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Demikian indahnya ketakwaan dan indahnya Allah subhanahu wata'ala. Diriwayatkan di dalam kitab 'Izhah Asraar Al Muqarrabin oleh As Sayyid Al Arif billah Al Imam Muhammad bin Abdullah bin Syech Al Aidarus Ba'alawy, bahwa ketika salah seorang rahib (ulama) di masa bani Israil telah menulis 860 kitab, dan karangannya sudah tersebar dimana-mana, dan ia pun gembira dengan amal baiknya, maka Allah wahyukan kepada nabi di zaman itu untuk menyampaikan pada rahib itu bahwa Allah belum ridha dengan apa yang telah dia lakukan, maka rahib itu terkejut ketika mendengar yang telah disampaikan oleh nabinya bahwa Allah belum ridha dengan amalannya. Maka ia pun melempar buku karangannya itu kemudian ia menyendiri saja di dalam goa untuk beribadah selama bertahun-tahun, lalu Allah kembali menyampaikan wahyu kepada nabi di zaman itu untuk menyampaikan kepada rahib bahwa Allah belum ridha dengan perbuatannya, maka ketika disampaikan kepada rahib itu ia berkata: "Lalu aku harus berbuat apa lagi, aku menulis ratusan kitab Allah belum meridhai, aku menyendiri untuk beribadah kepada-Nya Allah belum meridhaiku". Maka dalam keadaan risau dan bingung ia berjalan saja hingga sampailah ia di pasar ia membantu orang tua yang keberatan membawa beban, ia menciumi kepala anak yatim dan menyantuninya, maka Allah sampiakan wahyu kepada nabi di masa itu : "Katakan kepada hamba-Ku bahwa Aku telah ridha kepadanya". Apa yang menjadikan Allah ridha kepadanya? yaitu terjun ke masyarakat untuk membantu yang lemah dan susah, membantu para fuqara' dan anak-anak yatim, hal itu lah yang paling masyhur dari tuntunan sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, bukti dari rahasia keridhaan Ilahi yang terluhur. Demikian budi pekerti orang yang paling luhur dan paling diridhai Allah, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiah, sekedar memberi kabar tadi pagi saya berkunjung ke Singapura, yang mana guru mulia kita Al Musnid Al Arif billah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh dari Kuala Lumpur menuju Singapura, dan saya hanya bertemu di airport saja kemudian saya kembali ke Jakarta. Dalam perjumpaan itu kebetulan saya diberi kesempatan oleh para jamaah di Singapura untuk berbicara 4 mata dengan guru mulia untuk membicarakan tentang perkembangan Majelis Rasulullah. Saya samapaikan bahwa Alhmadulillah jamaah semakin banyak dan semakin rindu berjumpa dengan beliau, dan beliau mengatakan insyaallah dalam waktu dekat saya akan berkunjung, insyaallah di bulan Muharram, mudah-mudahan acara kita sukses, amin. Lalu beliau juga menanyakan bagaimana kabar yang lainnya, maka saya sampaikan bahwa kita telah mengadakan pertemuan dengan kurang lebih 100 anggota milis di dunia maya untuk terus menyebarkan dan meneruskan dakwah di dunia maya. Maka beliau kaget dan gembira dan beliau berkata bahwa itu adalah hal yang sangat mulia dan luhur karena dunia maya penuh dengan kegelapan dan sangat sedikit para dai yang mau terjun ke dalamnya, dan sampaikan salam saya pada jamaah bahwa saya gembira dengan perkumpulan itu. Ada kejadian yang diceritakan oleh putra beliau, sebelum beliau tiba di bandara putra beliau sempat duduk dengan saya sebentar. Ketika beliau mengunjungi Denmark, wilayah yang konon sangat benci kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan menghina nabi Muhammad. Dan cara beliau bukanlah dengan kekerasan, beliau datangi tempat itu untuk dikenalkan siapa nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu. Namun justru tempat yang kita kenal sebgai tempat yang paling benci kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan banyak menghina nabi itu, tetapi saat guru mulia baru saja mendarat di bandara Denmark, disana sudah ada 300 orang muslimin yang menyambut beliau dengan pembacaan maulid nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau berkata kepada putrnya: "Engkau lihat, di barat dan timur mengatakan bahwa tempat ini adalah wilayah yang paling banyak menghina nabi, namun aku belum pernah datang ke satu negara pun ketika turun di bandara disambut dengan bacaan maulid kecuali di Denmark ini". Beliau berkata kepada putranya bahwa Allah Maha mampu memberikan hidayah kepada orang yang terjauh sekalipun jika Allah ingin memberikan hidayah. Oleh sebab itu budi pekerti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah hal yang sangat berharga. Beliau juga pernah berkunjung ke Jerman dan menyampaikan tausiah kepada suatu organisasi disana, dan didengar oleh salah seorang murid pendeta, dan dia sampaikan kepada pendeta bahwa guru mulia berbicara tentang kerukunan umat beragama, maka ditantanglah oleh ketua pendeta di kota itu untuk datang ke gereja menjelaskan Islam, maka beliau mendatangi gereja itu dan mohon izin untuk shalat sunnah di gereja itu, padahal sebagian besar pendapat seluruh madzhab mengharamkan shalat di gereja, sebagian mengatakan makruh dan sebgaian lagi mengatakan boleh jika gereja itu diharapakan akan berubah menjadi masjid. Kemudian beliau menyampaikan tausiah di depan para non muslim, setelah beliau selesai menyampaikan tausiah, kepala pendeta itu ditanya bagaimana pendapatnya tentang Islam, maka ia menjawab : "Aku membenci Islam, tetapi aku cinta orang ini", maka guru mulia berkata: "Jika engkau cinta padaku, sebentar lagi engkau akan cinta kepada Islam". Lalu ketika beliau ditanya mengapa shalat sunnah di gereja, beliau berkata: "Karena aku tau tempat itu akan akan berubah menjadi masjid dalam waktu yang dekat". Demikian agungnya tuntunan nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Hadirin hadirat, kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata'ala semoga Allah subhanahu wata'ala melimpahkan rahmat dan anugerah kepada kita, semoga Allah melimpahkan ketenangan, kesejukan, kekhusyuan, kemakmuran dunia dan akhirah untuk kita. Kita bermunajat dan mengingat setiap nafas kita yang telah lewat dalam dosa, kemana kita akan mengadukannya kalau bukan kepada samudera pengampunan Allah, kemana kita akan memohon penghapusannya kalau bukan dari Sang Maha Pemaaf, kemana kita akan mengadukan nafas kita yang masih tersisa di hari esok kalau bukan kepada Yang Maha melimpahkan segala keluhuran dan Maha menjauhkan dari segala musibah…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ
Selanjutnya kita mohonkan doa bacaan maulid oleh fadhilah As Sayyid Al Walid Al Arif billah Al Habib Atthas bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, dan sebelum doa kita meminta ijazah dari Al Habib Atthas, apa saja yang ingin beliau ijazahkan kepada kita dari doa-doa atau dzikir, kita menginginkan sanad yang bersambung dari guru-guru beliau sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau mengijazahkan dari sanad yang beliau terima dari ayah beliau As Syahid Al Habib Muhammad bin Salim bin Hafizh, dan juga Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf, Al Habib Umar bin Ahmad bin Sumaith, Al Habib Masyhur Al Haddad. Al Habib Ali bin Syihabuddin dan juga para guru beliau yang lainnya, sanad yang bersambung kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berupa takwa kepada Allah, dan ijazah untuk berdzikir, serta belajar dan mengajarkan apa-apa yang kita terima kita ajarkan kepada orang lain dan mengamalkannya hingga lebih mudah kita memahami, lebih mudah kita mengajarkan dan lebih mudah kita mengamalkan dengan ikatan batin kita dengan para guru kita sampai kepada nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka katakan "Qabilna al ijaazah".
sumber
Baca Selengkapnya...

Kubersimpuh Rindu Walau Beberapa Menit Pada Sang Guru Mulia Nan Lemah Lembut

Senin 18 oktober 2010 hamba meluncur dengan penerbangan pertama dari bandara Soekarno Hatta Jakarta pk 6.35 wib menuju Bandara Changi Singapura, tiada niat lain selain melepas rindu pada Guru mulia, manusia yang paling kucintai di bumi ini, dan telah menjadi sumpah setiaku bakti hidupku dan matiku adalah untuk berbakti pada beliau, yang beliau adalah hamba yang hidup dan mati beliau untuk berbakti pada Sang Nabi saw, yang Sang Nabi saw hidup dan mati beliau saw untuk berbakti pada Allah swt.

Hamba tiba pk 9.00 waktu singapura (8.00 wib), dan menanti kedatangan Sang Guru Mulia yang akan tiba di Changi Airport Singapura pd pk 9.00 waktu singapura pula, ketibaan dari Kualalumpur.
Ternyata pesawat beliau delay (tertunda) dan beliau baru keluar pk 11.30 waktu singapura, hanya sekitar dua puluh orang saja yang menanti kedatangan beliau di bandara Changi, maka hamba menangis melihat wajah mulia nan penuh kedamaian itu melangkah dengan santai menuju pintu exit, tiada desak desakan dalam menyalami beliau, dan hamba mohon waktu berbincang sesaat dengan beliau di bandara, sebelum beliau meneruskan ke kota singapura dengan acara yang padat pula,
Beliau tersenyum dan menyambut karung dosa ini dengan teguran lembut.. selamat jumpa wahai sayyid munzir..”,
Subhanallah… lidahmu sangat luhur hingga menyebut karung dosa ini dengan ucapan sayyid munzir, lalu beliau meneruskan ucapannya : “dimana kita akan bicara?, kau akan terus pulang bukan?”
Subhanallah.. firasat tajam (sabda Rasul saw : berhati hatilah pada firasat orang mukmin, karena mereka melihat dengan cahaya Allah swt) beliau telah mengetahui memang hamba hanya ke singapura untuk jumpa di bandara saja, karena kepulangan pesawat hamba adalah pk 12.25 waktu singapura, maka hamba mempersilahkan beliau duduk sambil menanti mobil datang dari parkiran,
Beliau duduk, hamba bersimpuh dilantai sangat dekat dengan lutut dan sandal beliau, airmata berlinang memandangi dengan asyik wajah yang paling kucintai, wajah damai, lembut nan indah itu berkata : “naiklah kekursi..” seraya mengarah pada kursi disebelah beliau, namun hamba menggeleng, mana pula karung dosa ini berani duduk disebelah beliau, hamba lebih suka bersimpuh sambil menikmati wajah yang sejuk dan penuh kasih sayang, lalu beliau mengulangi ucapannya : “naik kesini, duduk disebelahku..”, hamba tetap menggeleng dan tersenyum sambil terus menunjukkan bahwa hamba senang bersimpuh dikaki beliau, jika disuruh memilih duduk diatas tempat manapun sungguh tiada yang lebih nikmat bagi hamba selain duduk bersimpuh dikaki beliau, namun beliau berucap dg suara yang ditekan dengan nada perintah : “duduklah disampingku..!”, maka hamba tak berani menolak perintah beliau dan hamba duduk disebelah beliau, airmata terus mengalir karena ledakan gembira bisa melihat wajah beliau lagi, pemandangan terindah yang pernah kulihat didunia ini..
Lalu beliau memulai percakapan dengan akrab, tanpa menggubris puluhan orang yang berdiri jauh tak berani mendekat, mereka sangat menghargai hamba yang hanya akan jumpa beberapa menit lalu kembali ke Jakarta.
Beliau mulai melontarkan pertanyaan lembut, karena jika beliau diam maka beliau tahu hamba akan rubuh pingsan dari gembira, ledakan cinta dan haru bisa berdampingan dengan beliau, seraya bertanya lembut : bagaimana kabar jamaah kita?, semoga mereka semakin banyak dan semakin mendekat pada keluhuran..?
Hamba menjawab : betul tuanku, dengan bantuan Allah dan doa tuanku, mereka semakin banyak, dan selalu majelis riuh dengan airmata puluhan ribu jamaah, beliau tersenyum puas dan tampak tenggelam dengan kegembiraan hingga terpejam, lalu beliau berkata dengan pelahan : “sampaikan pada mereka salamku, kuwasiatkan pada mereka untuk semakin semangat untuk saling menasihati, masing masing mengenalkan sifat sifat keluhuran nabi saw, membenahi diri, membenahi dan membangkitkan keluhuran pada diri mereka, pada teman teman mereka, pada tempat sekolah mereka, pada tempat pekerjaan mereka, dan terus menjadi penebar kebaikan..”
Hamba menjawab : baik tuanku, akan hamba sampaikan..
Lalu sang guru lemah lembut menjelaskan beberapa hal dan tuntunan yang mesti dilakukan berupa tugas tugas pada hamba, hamba hanya menjawab : labbaik tuanku, hamba akan laksanakan, hamba akan patuhi..
Lalu sang guru mulia nan lembut dan sejuk berkata : kabarkan padaku hal lain..?”.
Hamba menjawab : semalam kami berkumpul sekitar 100 orang aktifis di internet, pria dan wanita untuk mulai menjalin perluasan dakwah di internet…
Sang guru lemah lembut terlonjak gembira : “nah… sungguh itu hal yang sangat menggembirakan, dunia internet penuh dengan kebutuhan para pembenah dan orang orang yang mau berkhidmat menebarkan dakwah lewat internet, karena medan dakwah kita di internet masih sangat sempit dibandingkan kekuatan kedhaliman yang terus mengelabui ummat dengan kejahilan dan kemungkaran.., sungguh usaha itu sangat menggembirakanku..”
Hamba menjawab : doakan kami wahai tuanku.., dan jamaah semua siap dan sudah sangat rindu menantikan kedatangan tuanku..
Sang Guru Lemah lembut tersenyum, sampaikan salamku, aku insya Allah akan kunjung dan menjumpai mereka…”
Hamba menangis haru…, lalu beliau memberi jawaban atas beberapa instruksi dan bimbingan bimbingan untuk langkah selanjutnya dalam kelanjutan Majelis Rasulullah saw..
Lalu hamba terdiam, beliau terdiam, lalu hamba tahu sudah terlalu lama hamba menahan sang Guru yang lemah lembut ini, tanpa terasa 15 menit berlalu, beliau seakan tak perduli dengan waktu demi menerima seorang karung dosa ini, dan beliau mulai melirik pada jamaah yang berdiri jauh dan menanti beliau, maka hamba memahami bahwa waktu sang guru mulia nan lembut telah cukup banyak tersita, dan hamba harus pamit, hamba berkata : tuanku, hamba penuh dosa, hamba takut tidak mendapat ridha tuanku, bagaimana Allah dan Rasul saw akan ridho jika hamba tidak mendapat ridho tuanku..?
Sang Guru Mulia nan lemah lembut tersenyum, bagaikan bulan purnama indah beliau berdoa, semoga limpahan keridhoan selalu menaungimu dalam ketenangan, kegembiraan, dan semoga Allah swt menggembirakanmu dengan ridha… dan sang guru mulia melantunkan doa yang panjang.., hamba bangkit mundur, lalu sang guru mulia nan sejuk bertanya, kemana sekarang tujuanmu..?
Hamba menjawab : pulang ke Jakarta wahai tuanku, malam ini majelis malam selasa di almunawar, beliau tersenyum lagi, dan terus berdoa dan melangkah sambil mengucap selamat jalan…
Duhai guru agung idola barat dan timur…,
sebelum beliau tiba, telah didahulu putra mulia beliau, Alhabib Salim bin Umar bin Hafidh, seraya bercerita panjang pada kami sambil menanti kedatangan Sang Guru Mulia, maka alhabib salim berkata : ayahanda mengunjungi Denmark, kota yang dikenal paling membenci dan menghina Rasulullah saw, namun baru saja beliau keluar dari bandara, sudah disambut dengan pembacaan Maulid nabi saw di bandara, maka Guru Mulia berpaling pada putranya dan berkata: “kau lihat?, pernah kau lihat orang menyambutku di bandara dengan pembacaan maulid?, sungguh diseluruh dunia belum pernah terjadi, tapi terjadi disini, di Denmark, kota yang konon sangat membenci dan Menghina Nabi saw, belum aku sampai di kotanya, baru di bandara justu Lantunan Maulid Nabi saw dikumandangkan, kau lihat bagaimana Allah swt Maha Memberi hidayah walau ditempat yang konon paling menghina Nabi saw?”
Di Jerman Guru Mulia menyampaikan tausiah di salah sebuah forum, hadir diantaranya seorang missionaris nasrani yang mencuri dengar, lalu melaporkannya pada pimpinan gereja yaitu gurunya, maka pendeta besar mengundang guru mulia untuk datang ke gereja dan menyampaikan tausiyah, seakan tantangan sekaligus pelecehan, kau yang berbicara kerukunan ummat beragama, apa berani masuk gereja?
Ternyata Guru Mulia setuju, datang, dan minta izin shalat di gereja, sudah kita fahami dari seluruh madzhab sebagian mengatakan makruh, sebagian mengatakan haram, namun sebagian mengatakan boleh jika diharapkan akan diubah menjadi masjid,
Selepas beliau menyampaikan tausiah, maka pimpinan pendeta ditanya : bagaimana pendapatmu terhadap islam?, maka ia menjawab : aku benci islam, namun aku cinta pada orang ini, maka guru mulia menjawab : jika kau mencintaiku akan datang waktunya kau akan mencintai islam…
Lalu guru mulia ditegur, bagaimana melakukan shalat di gereja?, beliau menjawab : aku melakukannya karena aku tahu tempat ini akan menjadi masjid kelak..
Lalu kami bertanya, apa yang membuat guru mulia masih didalam bandara?, beliau ditahan dan dipersulitkah?, lalu putra mulia menjawab : ayahanda asyik dengan mereka, mereka tidak tahu islam dan mau minta kejelasan, justru ayahanda senang dan duduk dengan mereka member tausiyah dan penjelasan pada staf imigrasi change airport tentang indahnya islam, mereka yang awalnya curiga dan ingin interogasi, justru menjadi pendengar setia dan terlalu asyik duduk mendengar penyampaian lemah lembut beliau hingga menghabiskan waktu 90 menit..!
Lambaian tangan beliau terus membuatku berdiri tercenung, dan terus hamba masuk ke airport untuk bording yang sudah terlambat, duduk di pesawat, dan kembali ke Jakarta, hamba tiba di bandara soekarno hatta pd pk 13.05 wib dengan selamat.
Wahai Allah.. barat dan timur haus dengan para penyeru yang lemah lembut penyambung kasih sayang Mu, mengenalkan kami pada kasih sayang Mu, kelembutan Mu, dan keindahan Mu, juga kelembutan nabi kami, idola kami, Sayyidina Muhammad saw,
Sungguh anugerah agung Mu dengan menghadiahkan kami seorang pembimbing keluhuran, penerus dakwah nabi Mu, panjangkan usia guru mulia kami, beri kemudahan atas perjuangannya, limpahi kasih sayang Mu seluas luasnya pada beliau, dan ikut sertakan kami, para pendosa yang mencintai beliau, dunia dan akhirat jangan pisahkan kami dari beliau, dan bersama beliau, berjuang bersama beliau, memanut beliau, dan mengabdi pada beliau..
Yaa Allah… Yaa Allah… Yaa Allah.. Amiiin..
Lambaian tangan beliau terus membuatku berdiri tercenung, dan terus hamba masuk ke airport untuk bording yang sudah terlambat, duduk di pesawat, dan kembali ke Jakarta, hamba tiba di bandara soekarno hatta pd pk 13.05 wib dengan selamat.
Baca Selengkapnya...

Artikel Terbaru

Tukeran link

Copy kode di bawah masukan di blog anda, saya akan segera linkback kembali Penyejuk Hati